DetikNews
Selasa 06 November 2018, 18:00 WIB

HNW Minta Jokowi Segera Terbitkan Aturan Larangan LGBT

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
HNW Minta Jokowi Segera Terbitkan Aturan Larangan LGBT Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom
Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menerbitkan aturan terkait lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Harapannya, ke depan, tak ada lagi polemik terkait LGBT di Indonesia.

"Seperti yang sudah saya sampaikan kepada Pak Jokowi sebelumnya, seharusnya negara segera membuat regulasi atau segera mendukung DPR agar segera membuat regulasi tentang masalah ini, sehingga tidak terjadi polemik berkepanjangan," ujar Hidayat dalam keterangan tertulis, Selasa (6/11/2018).


Hidayat mengungkapkan, selama ini persoalan LGBT masih menjadi permasalahan tersendiri di Indonesia. Untuk itu, menurutnya, sebagai negara hukum, seharusnya Indonesia memiliki aturan khusus yang mengatur dilarangnya praktik LGBT.

HNW kemudian mencontohkan kasus karyawan Go-Jek yang mendukung praktik LGBT yang sempat viral dan membuat geger media sosial. Dia menilai kasus tersebut terus menjadi polemik karena selama ini tidak ada aturan khusus yang mengatur tentang LGBT.


Padahal, menurut HNW, meski belum ada aturan hukum yang secara khusus mengatur larangan LGBT di Indonesia, bukan berarti negara memperbolehkan praktik tersebut. Apalagi ada Pancasila sebagai dasar negara.

"MK lempar badan ke DPR. DPR sampai hari ini belum selesai membuat aturan hukumnya itu. Namun, dalam tanda kutip, belum adanya aturan hukum, secara definitif, bukan berarti Indonesia ada kekosongan hukum," katanya.

"Kalau kita merujuk pada Pancasila, kan sudah amat sangat jelas, sila pertama 'Ketuhanan Yang Maha Esa'. Apa ada Tuhan yang kemudian, dalam tanda kutip, melegitimasi adanya penyimpangan LGBT? Kan tidak," imbuh Hidayat.


Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu menjelaskan alasannya mendorong pemerintah segera menerbitkan regulasi terkait larangan LGBT. Ia ingin agar ke depan praktik LGBT tak menjadi tren di masyarakat.

"Jangan sampai hal ini menjadi tren, seolah-olah ini diperbolehkan, tidak ada masalah, kemudian yang lain juga melakukan hal yang sama," katanya.

Apalagi, kata Hidayat, selama ini Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu juga mengatakan LGBT merupakan proxy war terhadap Indonesia, sehingga dapat mengancam keamanan nasional.

"Jadi seharusnya negara ini hadir, menyelamatkan warga bangsanya dan negaranya dari proxy war yang bernama LGBT," pungkas Hidayat.


Saksikan juga video 'Klarifikasi Menag soal Video yang Terkesan Mendukung LGBT':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed