14.700 Prajurit TNI Tetap di Aceh
Kamis, 25 Agu 2005 13:27 WIB
Jakarta - Penarikan pasukan nonorganik TNI dari Aceh dilakukan secara bertahap hingga Desember 2005. Sedangkan 14.700 prajurit yang merupakan pasukan organik TNI tetap berada di Aceh."Ini sesuai dengan MoU RI-GAM. Pasukan organik itu terdiri dari Angkatan Darat di Kodam Iskandar Muda, Angkatan Udara di Lanud Banda Aceh dan Lhokseumawe, serta Angkatan Laut di Lanal Sabang dan Banda Aceh," tutur Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto.Hal ini disampaikan dia usai acara serah terima jabatan ketua General Border Committee (GBC) Malaysia Indonesia (Malindo) dari Tarto ke Menhan Juwono Sudarsono di Dephan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (25/8/2005).Mengenai perdebatan MoU RI-GAM yang masih terus hangat, Tarto menegaskan, TNI tidak terpengaruh. Sebab pada prinsipnya, dalam MoU tersebut, bagian yang berkaitan dengan security arrangement sudah jelas."Kewajiban TNI, karena warga Aceh merupakan bagian dari warga Indonesia, TNI wajib terus melindungi, dan menarik pasukan nonorganik seluruhnya sampai Desember 2005," ujar Tarto.Mengenai insiden berkibarnya bendera GAM di Aceh, menurut dia, pada dasarnya TNI memandang hal itu permasalahan yang tidak terlalu serius yang bisa mengganggu jalannya implementasi MoU."Dari keterangan yang diperoleh mengenai pengibaran bendera GAM, sejauh itu bukan policy pimpinan GAM, hanya dilakukan oknum, TNI tidak memandang itu upaya menggagalkan MoU," katanya."Siapa pun, apakah itu TNI, polisi, maupun GAM, yang bertujuan menggagalkan MoU, itu harus dijadikan musuh bersama," tandas Tarto.
(sss/)











































