Panjat Pohon, Seratusan Warga Tonton Otopsi Jaksa Umbu
Kamis, 25 Agu 2005 12:10 WIB
Semarang -
Proses otopsi Jaksa Umbu Lage Lozara rupanya menarik perhatian seratusan warga sekitar. Bahkan saking penasarannya, beberapa warga rela memanjat pohon.Setelah makamnya digali selama 45 menit, jenazah Umbu diangkat sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (25/8/2005) di pemakaman Dompu, Kalongan, Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Jenazah kemudian diletakkan di atas meja di samping makam, dan otopsi pun berlangsung.Saat jenazah diangkat, bau menyengat langsung menyebar. Keluarga dan kerabat yang semula mendekat ingin melihat, jadi mundur. Mereka juga tampak tidak tega menyaksikan.Kondisi jenazah sudah busuk, mengingat sudah berumur persis tiga minggu. Kondisi paling menonjol adalah lidah jenazah yang menjulur keluar. Sementara luka-luka yang ada di sekujur tubuhnya sudah tidak begitu terlihat karena kondisi jenazah sudah busuk.Selanjutnya, proses otopsi tidak bisa disaksikan karena ditutup dengan kain warna-warni setinggi 1,5 meter. Hanya kepala belasan dokter dan perawat gabungan dari Undip dan kepolisian yang kelihatan.Itu sebabnya, warga yang penasaran menyaksikan langsung proses otopsi sampai nekat memanjat pohon di sekeliling makam. Sementara warga secara bergelombang terus berdatangan hingga menambah sesak lokasi.Hingga pukul 12.00 WIB, bedah untuk otopsi terhadap jenazah masih dilakukan untuk dicari penyebab pasti kematian Jaksa Umbu.Belum dapat dipastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk otopsi. Sebelumnya dr Gatot Warso dari Undip menyatakan, kalau otopsi tidak bisa tuntas di pemakaman, maka pihaknya akan membawa jenazah untuk dilakukan otopsi di laboratorium.Jaksa Umbu ditemukan meninggal pada 4 Agustus lalu di Hotel Ilham, Raha, Sulawesi Tenggara. Wakajati Sulawesi Tenggara ini dinyatakan meninggal karena serangan jantung. Namun kondisinya tidak wajar karena lidahnya menjulur keluar dan ada sejumlah luka di tubuhnya.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































