detikNews
Senin 05 November 2018, 22:45 WIB

Billy Sindoro Bicara Pertemuan dengan Bupati Bekasi: Tak Bahas Uang

Haris Fadhil - detikNews
Billy Sindoro Bicara Pertemuan dengan Bupati Bekasi: Tak Bahas Uang Billy Sindoro (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro berbicara tentang pertemuannya dengan Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin. Billy mengaku pernah bertemu dua kali dengan Neneng Hassanah.

"Penyidik bertanya apakah saya pernah bertemu dengan Ibu Neneng, Bupati Bekasi. Saya mengatakan, iya saya kenal, baru bertemu dua kali, pendek-pendek," kata Billy di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (5/11/2018).

Pertemuan pertama, ujarnya, terjadi setelah Neneng melahirkan. Billy menyatakan tak ada pembicaraan soal bisnis dan uang saat itu.




"Pertemuan pertama waktu silahturahmi, waktu beliau melahirkan anak. Jadi rombongan saya ikut, kebetulan di Meikarta, saya ikut memberikan selamat. Tapi pertemuan pendek sekali, hanya maksimum 30 menit. Ada orang-orang di situ, rombongan. Ibu baru melahirkan, ada bayi, ada anak yang lain, ada pengasuh anak. Bicara yang umum, bicara biasa. Tidak ada bicara bisnis, tidak ada bicara apa-apa yang lain, apalagi soal uang," paparnya.

Pertemuan kedua disebutnya terjadi di salah satu hotel. Saat itu, dia mengaku menanyakan tanggapan Neneng jika RS Siloam membangun rumah sakit kecil di salah satu wilayah di Bekasi sebagai bentuk CSR perusahaan.





"Saya ingin melihat respons Ibu gimana kalau saya mengusulkan kepada Rumah Sakit Siloam membuka rumah sakit kecil dulu untuk CSR. Untuk wilayah itu, saya ingin tahu respons si ibu," ujarnya.

"Pertemuan cepat sekali, 10-15 menit itu pertemuan, sudah selesai. Tidak ada bicara lain, apalagi bicara uang, kecuali bicara yang saya sebutkan tadi," sambung Billy.

Billy juga mengaku tak kenal dengan aparat di Pemkab Bekasi yang menjadi tersangka. Menurutnya, dia tak pernah bertemu dengan mereka.

Dalam perkara dugaan suap Meikarta, KPK menetapkan sembilan tersangka, yakni:

Diduga sebagai penerima:

1. Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin

2. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin

3. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor

4. Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati

5. Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi


Diduga sebagai pemberi:

1. Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro

2. Konsultan Lippo Group Taryadi

3. Konsultan Lippo Group Fitra Djaja Purnama

4. Pegawai Lippo Group Henry Jasmen.

Para tersangka dari jajaran Pemkab Bekasi itu diduga menerima Rp 7 miliar sebagai bagian dari fee fase pertama yang bernilai total Rp 13 miliar. Duit itu diduga terkait perizinan proyek Meikarta.


(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com