detikNews
Senin 05 November 2018, 22:16 WIB

Sadisnya Pembunuhan Khashoggi

Novi Christiastuti - detikNews
Sadisnya Pembunuhan Khashoggi Aksi protes pembunuhan Khashoggi. (Foto: dok. BBC World)
Jakarta - Wartawan asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi, dibunuh dengan cara sadis. Diduga, dia dicekik, dimutilasi, dan dilarutkan ke zat tertentu.

Dia dihabisi di kantor Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. Kejaksaan Turki merilis pernyataan resmi soal bagaimana Khashoggi diperlakukan di gedung itu.

"Sesuai dengan rencana yang dibuat sebelumnya, korban, Jamal Khashoggi, dicekik hingga tewas sesaat setelah memasuki Konsulat Jenderal Arab Saudi," demikian bunyi pernyataan dari Kejaksaan Turki, dilansir BBC, Kamis (1/11/2018).


Namun Kejaksaan Turki tidak menyebut bukti-bukti yang merujuk pada cara pembunuhan kolumnis The Washington Post itu.

Reuters juga mendapatkan informasi dari pejabat Saudi yang tak mau disebutkan namanya. Pejabat Saudi itu menyebut mayat Khashoggi sempat dimasukkan ke gulungan karpet dan diberikan kepada pihak yang hendak membuangnya.

Surat kabar Turki, Sabah, menyebut mayat Khashoggi dimutilasi. Keterangan soal mutilasi ini diperoleh dari sejumlah pejabat yang tidak bisa disebutkan namanya.


Dilaporkan Sabah pada Minggu (4/11/2018) waktu setempat, jenazah Khashoggi ditempatkan dalam lima koper berbeda setelah dimutilasi. Lima koper itu kemudian dibawa dari Konsulat Saudi menuju kediaman resmi Konsul Jenderal Saudi pada hari itu juga. Jarak kedua tempat itu sekitar 200 meter.

Ada 15 orang yang disebut berperan dalam aksi mengerikan itu, tapi tiga orang diketahui merupakan agen intelijen senior Saudi dan bagian dari tim keamanan putra mahkota Pangeran Mohammad bin Salman (MBS). Ada pula pakar forensik yang memimpin Dewan Forensik Ilmiah Saudi. Mereka adalah Maher Mutreb, Salah Tubaigy, dan Thaar Al Harbi.

Penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bernama Yasin Aktay mengatakan mayat Khashoggi dimutilasi dan kemudian dilarutkan ke cairan tertentu.


"Kita sekarang melihat bahwa tidak hanya dimutilasi, mereka memusnahkan jenazahnya dengan melarutkannya," kata Yasin Aktay, penasihat Erdogan, kepada surat kabar lokal Turki, Hurriyet, dilansir AFP, Jumat (2/11/2018).

"Menurut informasi terbaru yang kami dapatkan, alasan mereka memutilasi jenazahnya adalah lebih mudah untuk dilarutkan," kata Aktay, yang merupakan teman Khashoggi.

Dengan cara itu, para pembunuh berharap tak ada jejak dari aksi biadab itu. Cairan macam apa yang bisa melarutkan mayat? Media Turki, Hurriyet Daily News, mengatakan cairan itu adalah zat asam.


Jejak tak sepenuhnya hilang. The Washington Post menyatakan ada bukti biologis yang ditemukan oleh penyidik Turki di area taman yang ada di kompleks Konsulat Saudi.

Namun hari ini, Senin (5/11/2018), pihak anak-anak Khashoggi masih menyerukan permohonan agar jenazah ayah mereka dikembalikan kepada keluarga. Mereka ingin memakamkan jenazah ayahnya.
(dnu/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com