"Prabowo mengigau di siang bolong," ujar Wakil Ketua TKN, Johnny G Plate, kepada wartawan, Senin (5/11/2018).
Baca juga: Saat Prabowo Janji Indonesia Tak Perlu Impor |
Anggota Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan itu mengatakan, saat ini, negara-negara di dunia sudah saling berlomba melakukan value added atau nilai tambah. Tidak ada negara yang memenuhi seluruh kebutuhannya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Johnny juga menilai, janji-janji Prabowo hanya bersifat retorik semata. Prabowo, katanya, hanya memberikan harapan semu kepada rakyat dengan mengatakan Indonesia tak perlu lagi impor, jika kelak dia terpilih sebagai presiden pada Pilpres 2019.
"Retorika yang memberikan harapan semu seperti ini akan merugikan masa depan Indonesia. Kami menunggu gagasan yang do-able (bisa dilakukan) yang brilian bukan ocehan yang menabrak akal sehat. He..he..he," ucap Sekjen Partai NasDem itu.
Sebelumnya, Prabowo mengatakan dia akan membuat Indonesia berdiri di atas kaki sendiri dan tidak perlu mengimpor apa pun andai terpilih di Pilpres 2019.
Prabowo awalnya berbicara soal pentingnya perubahan dan tugasnya sebagai alat bangsa. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam acara di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/11).
Eks Danjen Kopassus itu mengatakan dasar tugasnya yang kedua memiliki makna yang luas. Dia lalu berbicara soal nama koalisinya, Koalisi Indonesia Adil dan Makmur. Di sinilah Prabowo mulai berbicara soal impor.
"Saya bersaksi di sini, kalau insyaallah saya menerima amanat dari rakyat Indonesia, saya akan bikin Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri! Kita tidak perlu impor apa-apa. Saudara-saudara sekalian, kita harus dan kita mampu swasembada pangan! Mampu!" ungkap Prabowo. (mae/elz)