detikNews
Senin 05 November 2018, 11:52 WIB

Venue di Jakabaring yang Rusak Diterjang Angin Mulai Diperbaiki

Raja Adil Siregar - detikNews
Venue di Jakabaring yang Rusak Diterjang Angin Mulai Diperbaiki Foto: Perbaikan sejumlah venue di Jakabaring (Raja-detik)
Palembang - Sepekan yang lalu, komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, porak-poranda diterjang angin dan hujan deras. Kini sejumlah venue dan fasilitas mulai diperbaiki.

Berdasarkan catatan pengelola JSC, ada 14 item di komplek olahraga yang rusak. Kerusakan terberat tercatat ada di venue atletik, tenis dan aquatik. Sisanya masih bisa diatasi secara bertahap karena nilai kerusakan di bawah Rp 1 miliar.

"Yang rusak berat itu atletik, tenis sama aquatik. Untuk atletik ada 2 tiang listrik roboh yang menimpa beberapa fasilitas," terang K3 JSC, Rusli Nawi saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (5/11/2018).



Kedua tiang itu, terlihat pagi kni sudah mulai dilakukan perbaikan tahap awal. Bahkan beberapa di antaranya terlihat sudah mulai dirapikan seperti semula.

Sementara untuk atap tribun penonton di venue tenis dan membran venue aquatik, terlihat belum ada disentuh. Dua venue ini juga rusak berat usai diterjang angin kencang dan hujan deras.

"Untuk tiang lampu sorot di atletik sudah diangkat, yang ringan-ringan kemarin itu sudah mulai diperbaiki. Kalau tenis sama aquatik kan kategori kerusakan berat, ya ini tidak bisa kami perbaiki di awal," kata Rusli.



"Intinya begini, fasilitas yang kecil-kecil kita perbaiki dulu dan yang besar nanti ada di tim Satgas Pemulihan JSC yang diketuai oleh Pak Sekda, Nasrun Umar. Kemarin saja ada 131 pohon tumbang, sisa 9 lagi belum dirapikan karena kan bertahap," katanya lagi.

Masih menurut, Rusli Nawi, perbaikan di tahap awal dilakuka sejak 3 hari terakhir. Mereka dibantu pihak PT Pusri sebagai pihak ketiga, di mana mereka ikut dalam pembangunan saat akan dilaksanakan Asian Games 2018 lalu.

"Kemarin ada crane dari PT Pusri bantu perbaikan. Mereka ini juga pihak ketiga, ada pihak ketiga lain yang sudah dalam diskusi perbaikan, yaitu PT Bukit Asam, Pertamina dan Sinarmas," kata Rusli.

Untuk Pusri sendiri, crane jenis Tadano yang memiliki berkapasitas maksimum 50 ton terlihat di lokasi. Crane ini biasa digunakan operasional maintenance di pabrik pupuk tersebut.

"Crane ini didatangkan dari pabrik Pusri untuk bantu perbaikan. Malam Kamis kemarin sampai dan siangnya langsung kerja. Memang crane dibutuhkan untuk perbaikan awal, seperti angkat tiang dan pohon yang roboh," kata Manajer Humas Pusri Hernawan L Sjamsuddin di lokasi.

Khusus venue panjat tebing, kerusakan terlihat ada di atap dinding tebing. Atap bangunan pendukung lainnya seperti di kantor official, ruang atlet dan beberapa sarana pendukung pun terlihat rusak.

"Untuk venue panjat tebing ini memang bantuan dari kita. Perbaikan kami tetap menunggu dari tim pemulihan dan kami juga sudah koordinasi dengan LPDUK di di bawah Kemenpora," tutupnya.

Sebagaimana diketahui angin kencang dan hujan deras menerjang Palembang, Sabtu (27/11) sore. Tercatat sejumlah fasilitas rusak, mulai dari plafon LRT di stasiun DJKA hingga belasan rumah di kawasan Jakabaring roboh.
(ras/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com