DetikNews
Senin 05 November 2018, 10:19 WIB

Gerindra Bingung Pemerintah Impor Jagung Padahal Surplus

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Gerindra Bingung Pemerintah Impor Jagung Padahal Surplus Ilustrasi jagung (Dok. Kementan)
Jakarta - Partai Gerindra mempertanyakan kebijakan pemerintah yang memutuskan akan mengimpor jagung maksimum 100.000 ton. Meski tahu kebutuhan itu untuk pakan ternak, Gerindra mengaku tetap bingung karena stok jagung justru surplus.

"Cuma anehnya, menurut data Kementerian Pertanian, produksi jagung nasional surplus alias kelebihan pasokan. Bahkan, Indonesia telah mengekspor jagung ke Filipina dan Malaysia," kata anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade, Senin (5/11/2018).


Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Syukur Iwantoro sebelumnya menjelaskan Indonesia telah mengekspor 380.000 ton jagung. Data Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan menunjukkan produksi jagung dalam 5 tahun terakhir meningkat 12,49% per tahun.

Artinya, pada periode 2018, produksi jagung diperkirakan mencapai 30 juta pipilan kering (PK). Sementara itu, untuk luas panen per tahun naik 11,06% dan produktivitas rata-rata meningkat 1,42% (data BPS). Kemudian, ketersediaan produksi jagung pada November sebanyak 1,51 juta ton dengan luas panen 282.381 hektare. Pada Desember 1,53 juta ton, dengan luas panen 285.993 hektare, tersebar di sentra produksi Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Gorontolo, Lampung, dan provinsi lainnya.


Gerindra Bingung Pemerintah Impor Jagung Padahal SurplusAnggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade (Zhacky/detikcom)

Andre mempertanyakan kebijakan impor jagung tersebut sembari mengungkit data ketersediaan produksi jagung itu. Dia juga mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Pemerintah harus menjelaskan hal ini. Bagaimana mungkin impor, sedang datanya surplus. Apakah ini seperti kasus beras, data Kementan tidak akurat. Bila benar karena ketidakakuratan data Kementan, sangat layak Mentan dicopot," ucap Andre.

"Bila benar surplus dan bahkan mengekspor, mengapa malah impor. Sekali lagi, ini membuktikan amburadulnya pemerintahan Jokowi. Kebijakan ini beda dengan janji kampanye di 2014," kritik dia.


Simak Juga 'Jokowi Dialog soal Jagung dengan Petani Berhadiah Sepeda':

[Gambas:Video 20detik]


Gerindra Bingung Pemerintah Impor Jagung Padahal Surplus

(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed