Kondisi Cak Nur Kritis
Kamis, 25 Agu 2005 08:11 WIB
Jakarta - Kondisi kesehatan cendekiawan Muslim Nurcholish Madjid hingga kini masih kritis. Sejak Rabu (24/8/2005) malam, kondisi kesehatan Cak Nur, panggilan akrab Nurcholish, semakin memburuk sehingga harus dirawat di Gedung C lantai 4, Rumah sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.Ketika mulai masuk ke RS Pondok Indah, Cak Nur sempat berada di ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Namun selang beberapa jam, akhirnya Cak Nur keluar ruang UGD. Mendengar peristiwa ini, Cak Nur yang memang dikenal luas pergaulannya, dikunjungi oleh sejumlah kerabatnya.Di antara mereka adalah Jubir Presiden Andi Malarangeng, Pimpinan Redaksi Tempo Bambang Harimurti, pengamat ekonomi Faisal Basri, dan para pimpinan Universitas Paramadina."Waktu saya datang, Cak Nur sudah keluar ICU. Saat itu, beliau masih tertidur," kata Andi kepada detikcom ketika dihubungi melalui telepon, Kamis (24/8/2005).Namun, selang beberapa menit, rektor Universitas Paramadina ini sempat sadar. Andi menuturkan, Cak Nur sempat mengenali wajah dan mengucapkan namanya dengan suara terbata-bata. "Meski sangat lemah, dia masih bisa mengenali saya. Beliau mengucapkan nama saya dengan lemah sekali.Saya terharu beliau masih bisa mengenali saya," tukasnya. Andi mengaku tidak tahu-menahu mengenai kepastian penyakit Cak Nur. Namun, dia menegaskan bahwa Cak Nur berada dalam kondisi yang cukup lemah. "Sebagai sahabat dan guru saya, kita akan mengikuti selalu perkembangan kesehatan beliau," ujarnya. Cak Nur sebelumnya pernah menjalani operasi transplantasi hati akibat menderita hepatitis kronis di Rumah Sakit (RS) Taiping, Guangdong, China, 23 Juli lalu. Setelah operasi itu, sesuai saran dokter, Cak Nur menjalani perawatan di ruang isolasi Kamar 21 Lantai 2 Rumah Sakit Universitas Nasional (National University Hospital/NUH) Singapura.
(atq/)











































