DetikNews
Jumat 02 November 2018, 22:03 WIB

WP KPK ke Moeldoko: Wajar Novel Minta Jokowi Turun Tangan

Haris Fadhil - detikNews
WP KPK ke Moeldoko: Wajar Novel Minta Jokowi Turun Tangan Novel Baswedan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Wadah Pegawai (WP) KPK menyebut wajar Novel Baswedan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan dalam pengungkapan kasus teror air keras. Alasannya, presiden punya tanggung jawab memastikan hukum berjalan.

"Merupakan hal wajar jika Novel secara langsung meminta Presiden Jokowi untuk turut serta proses pengungkapan kasus penyiraman terhadap dirinya," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap kepada wartawan, Jumat (2/11/2018).

"Presiden Jokowi sebagai kepala negara punya tanggung jawab untuk memberikan kepastian hukum berjalan sebagaimana mestinya dan melindungi segenap penegak hukum di negara ini yang memberantas kejahatan, termasuk korupsi yang sampai saat ini masih dianggap sebagai kejahatan luar biasa," sambungnya.

Pengungkapan kasus Novel, menurut Yudi, bisa menjadi cermin kepastian penegakan hukum di Indonesia. Hal itu bakal membuat orang berpikir 2 kali menyerang penegak hukum.





"Pengungkapan pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel sehingga mengakibatkan hampir buta matanya adalah cermin adanya kepastian penegakan hukum di Indonesia. Sehingga orang akan berpikir 2 kali mencelakakan penegak hukum," jelasnya.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan sebaiknya kasus teror terhadap Novel itu ditanyakan langsung kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dia mengaku paham soal kasus itu juga dinilai sebagai pelanggaran HAM. Namun dia tetap meminta agar kasus itu ditanyakan kepada Kapolri.





"Iya paham, paham. Kan kita juga nggak ngikutin terus. Kan Kapolri yang ikutin," katanya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/11).

Terkait dengan tuntutan Novel agar Presiden Jokowi turun, Moeldoko mengatakan tidak semua persoalan harus diserahkan kepada presiden.

"Jangan semua ke Presiden, kan masing-masing punya otoritas yang mesti diberesin di lingkungan kerjanya," katanya.

Sebelumnya, Novel Baswedan kembali meminta agar pelaku teror penyiraman air keras terhadapnya ditangkap. Dia juga meminta Presiden Jokowi turun tangan.

"Saya harap Bapak Presiden tidak takut untuk mengungkap ini. Kalau Bapak Presiden tidak takut, tentu masalahnya tidak ada lagi," ujar Novel di KPK, Kamis (1/11).


(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed