Wagub Jabar Minta Kepolisian Segera Usut Penutupan Gereja
Rabu, 24 Agu 2005 20:12 WIB
Jakarta - Penutupan sejumlah gereja di Jawa Barat (Jabar) menuai protes dan komentar berbagai kalangan. Setelah Gus Dur memprotes aksi itu, kali ini Wakil Gubernur Jawa Barat Nu'man Abdul Hakim meminta Kepolisian Jawa Barat segera menyelidiki dan menindak aksi tersebut."Saya kecewa atas pengrusakan tersebut. Saya minta aparat kepolisian segera turun. Tindakan anarkis itu salah," ungkap Wakil Gubernur Jabar, Nu'man Abdul Hakim di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Rabu (24/8/2005) di Bandung.Dia menyesalkan perbuatan tindakan main hakim sendiri itu. Jika terdapat perbedaan, menurutnya, lebih baik mengambil jalan dialog. "Republik ini bukan untuk mayoritas. Agama apapun di negeri ini harus dilindungi. Budayakan budaya egaliter dan demokratis," ungkap Nu'man.Untuk menyikapi peristiwa ini, Pemda Jabar akan membahasnya dengan melibatkan seluruh pimpinan daerah di Jawa Barat. Termasuk mengundang sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama. Saat ini, lanjut Nu'man, Pemda Jabar tengah melakukan sosialisasi mengenai perbedaan keyakinan beragama di sejumlah daerah di Jabar."Jika ada warga yang merasa agamanya terancam, saya wajib melindunginya. Kita akan koordinasikan dengan gubernur dan kepolisian untuk melakukan perlindungan," tegasnya.Seperti diberitakan sebelumnya, Front Pembela Islam (FPI), Aliansi Gerakan Anti Pemurtadan (AGAP), dan ormas Islam lainnya beserta masyarakat telah melakukan penutupan terhadap 23 gereja di Bandung. Aksi ini dilakukan terhitung sejak 3 September 2004 hingga 21 Agustus 2005.
(atq/)











































