Mengenal Sinyal Pan-pan yang Dilaporkan Lion Air PK-LQP di Denpasar

Indah Mutiara Kami - detikNews
Jumat, 02 Nov 2018 13:58 WIB
Lion Air PK-LQP (Paul Christian Gordon/Lion Air)
Jakarta - Pilot Lion Air PK-LQP Denpasar-Jakarta disebut sempat melaporkan sinyal urgen 'pan-pan' pada malam sebelum pesawat itu jatuh. Apa itu sinyal 'pan-pan'?

Seperti dilansir Reuters, Jumat (2/11/2018), sinyal 'pan-pan' dilaporkan sebagai tanda situasi urgen (mendesak). 'Pan-pan' merupakan jenis pemberitahuan mengenai kondisi darurat yang tingkat urgensinya tepat satu level di bawah 'mayday'.

Seperti dikutip dari Aeronautical Information Manual yang diterbitkan Federal Aviation Administration dari Departemen Transportasi AS, ada prosedur saat pilot menghadapi kondisi distress (kesulitan) atau urgency (keadaan mendesak). Saat menghadapi kondisi tersebut, pilot dapat memperoleh bantuan dengan mengontak fasilitas air traffic.



Saat mengontak ATC, pilot menyebutkan kesulitan yang ditemui, keinginan pilot tersebut, dan bantuan yang dibutuhkan. Prosedur komunikasi dalam kondisi distress dan urgency ini dibuat oleh International Civil Aviation Organization (ICAO).

Saat pesawat dalam kondisi distress, pilot wajib memulai komunikasi dengan sinyal 'mayday' dan disarankan tiga kali. Sedangkan dalam kondisi urgency, pilot mengucapkan 'pan-pan'.

Proses pencarian Lion Air PK-LQP / Proses pencarian Lion Air PK-LQP (Pradita Utama/detikcom)


Kondisi distress mendapat prioritas utama di jalur komunikasi tersebut dan sinyal 'mayday' berarti memerintahkan radio silence di frekuensi komunikasi tersebut. Sementara itu, sinyal 'pan-pan' punya prioritas di atas komunikasi lain kecuali ada kondisi distress. Sinyal 'pan-pan' memerintahkan agar stasiun radio lain tidak menginterupsi komunikasi tersebut.

Saat mendengar sinyal 'pan-pan' atau 'mayday', stasiun radio harus menjawab, memberi bantuan, berkoordinasi, hingga menyampaikan pemberitahuan ke tim SAR. Stasiun radio lain, pesawat, atau stasiun radio di darat akan lanjut mendengarkan sinyal itu sampai jelas bahwa bantuan diberikan.



Aeronautical Information Manual juga memaparkan cara menyampaikan sinyal distress atau urgency. Informasi yang disampaikan bisa sebanyak-banyaknya, dengan urutan sebagai berikut:

a. Dalam kondisi distress 'MAYDAY, MAYDAY, MAYDAY; dalam kondisi urgency 'PAN-PAN, PAN-PAN, PAN-PAN'
b. Nama stasiun yang dituju
c. Identitas pesawat dan tipe
d. Kondisi yang dihadapi: distress atau urgency
e. Cuaca
f. Apa yang akan dilakukan pilot dan permintaan
g. Posisi terkini dan lokasi yang dituju. Jika tersesat, posisi yang diketahui terakhir, waktu, dan lokasi yang dituju sejak posisi terakhir
h. Ketinggian
i. Jumlah bahan bakar
j. Jumlah penumpang
k. Informasi lainnya



Keluarga korban Lion Air / Keluarga korban Lion Air (Pradita Utama/detikcom)


Sebelumnya diberitakan, seorang pilot pesawat lain yang mendekat ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, setelah pesawat Lion Air PK-LQP lepas landas memberi kesaksian. Pilot itu mengaku diminta berputar-putar di atas bandara dan mendengarkan percakapan radio antara pilot Lion Air PK-LQP dan petugas ATC.

"Karena ada sinyal 'pan-pan', kami diminta menunda (pendaratan), mengitari bandara di udara," kata pilot yang meminta namanya tidak disebutkan tersebut dalam laporan eksklusif Reuters.

"Pesawat Lion Air tersebut minta kembali ke Bali 5 menit setelah lepas landas, tapi kemudian pilot itu mengatakan masalah sudah teratasi dan dia tetap terbang ke Jakarta," sambungnya.



Pesawat Lion Air PK-LQP itu kemudian mendarat di Jakarta pada pukul 22.55 WIB. Keesokan harinya, pesawat Lion Air PK-LQP itu dipakai untuk terbang dengan rute Jakarta-Pangkalpinang, tapi kemudian jatuh di perairan Karawang.

Kepada Reuters, juru bicara Lion Air menolak berkomentar saat ditanya soal sinyal 'pan-pan' tersebut dengan alasan penyelidikan masih berjalan. Sebelumnya, Presdir Lion Air Edward Sirait sudah membenarkan bahwa pesawat PK-LQP sempat bermasalah saat terbang Denpasar-Jakarta, namun sudah teratasi. (imk/fjp)