Panglima TNI Bantah Kirim Kapal Perang ke Aceh
Rabu, 24 Agu 2005 16:45 WIB
Jakarta - Penarikan pasukan TNI dari Aceh secara berkala diterpa hembusan isu. Kabarnya, TNI secara diam-diam telah mengirim armada kapal perang ke perairan Aceh. Namun Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto langsung membantahnya. Katanya, itu hanya kapal patroli biasa."Ya kalau bagian dari patroli rutin itu harus, kan bagian dari wilayah RI, kalau tidak ada kapal patroli, terus ada penyelundup dan kapal asing masuk, kan kita bisa kalah," ujarnya usai menemui Presiden SBY di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (24/8/2005). Dijelaskan Tarto, secara geografis perairan Aceh merupakan bagian dari Selat Malaka. Selama ini bersama dengan Angkatan Laut Singapura dan Malaysia, armada kapal perang RI selalu berpatroli di perairan yang rawan dengan tindak perompakan dan penyelundupan tersebut.Tarto bahkan balik mempertanyakan motivasi pihak-pihak yang mempersoalkan keberadaan Angkatan Laut Indonesia di perairan Aceh. Sebab tidak pernah ada protes sebelumnya terhadap patroli TNI AL di perairan nasional mana pun, termasuk di perbatasan Timtim, Sulawesi, dan perairan selatan. "Ada apa gerangan, kok sekarang ketakutan," cetusnya.Menurut dia, saat ini situasi keamanan di NAD sangat kondusif, sehingga tidak perlu ada penambahan pasukan dalam bentuk apa pun. Kalau masih ada beberapa tindak kriminal, hal itu dinilainya biasa terjadi di sebuah tempat yang padat penduduk."Bahwa tidak semua berjalan seperti rencana, itu pasti. Tapi kan ada AMM untuk monitoring," ujar Tarto.Mengenai pengibaran bendera GAM pada 17 Agustus lalu di Aceh Timur, menurutnya, hal itu bukan masalah serius dan tidak dapat dijadikan alasan untuk menunda penarikan pasukan nonorganik di NAD atau penyerahan senjata dari GAM."Kita sudah tarik tiga batalyon, menyusul sepertiga kekuatan lagi, begitu terus sampai akhir penyerahan senjata pada bulan Desember 2005. Nantinya personel TNI yang di sana tinggal 14.000 orang, itu yang organik," tutur Tarto.
(ahm/)











































