Bawaslu DKI Hentikan Kasus Guru Nelty: Tak Ada Pelanggaran

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Kamis, 01 Nov 2018 18:36 WIB
Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Puadi (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI menghentikan penyelidikan terkait guru Nelty Khairiyah, yang dituduh mendoktrin siswa SMA 87 untuk anti-Jokowi. Bawaslu DKI tidak menemukan pelanggaran pidana pada Nelty.

"Ya (dihentikan), artinya sudah pasti karena tidak ada dugaan pelanggaran pidana. Karena disampaikan berdasarkan fakta-fakta di lapangan," kata Komisioner Bawaslu DKI Puadi saat dihubungi, Kamis (1/11/2018).


Puadi mengatakan Bawaslu DKI sudah menggunakan waktu 14 hari untuk memeriksa Nelty. Penyidikan kepada Nelty dihentikan sejak Rabu (31/10) pekan lalu.

"Kan kita sudah semuanya, klarifikasi siswanya dan lain-lain," ucapnya.

Puadi mengimbau pihak terkait, seperti Dinas Pendidikan DKI, segera melihat keputusan Bawaslu tersebut. Dia menyerahkan keputusan Nelty bisa mengajar kembali atau tidak kepada pihak-pihak yang terkait.


"Paling tidak instansi terkait membaca status pemberitahuan, mereka harus baca," sebut Puadi.

Sebelumnya, rapat pleno yang telah dilakukan Bawaslu DKI bersama tim penegakan hukum terpadu (gakkumdu) pada Rabu (17/10) juga tidak menemukan titik terang. Dari hasil klarifikasi pihak terkait, guru Nelty, Kepala SMA 87 Patra Patiah, dan lima siswa SMA 87, jelas Puadi, tidak ditemukan adanya dugaan pelanggaran pidana.


Simak Juga 'Heboh! Doktrin Murid Anti-Jokowi, Anies: Guru Harusnya Netral':

[Gambas:Video 20detik]

(fdu/rna)