Orang Stres Kacaukan Raker Hamid & Yusril dengan Komisi III

Orang Stres Kacaukan Raker Hamid & Yusril dengan Komisi III

- detikNews
Rabu, 24 Agu 2005 14:42 WIB
Jakarta - Rapat kerja gabungan yang digelar Komisi III DPR dengan dua menteri Kabinet Indonesia Bersatu nyaris kacau balau. Seseorang yang tidak dikenal tiba-tiba membuat kegaduhan, sehingga rapat diskors.Kegaduhan tersebut terjadi saat Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin dan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra sedang menjelaskan isi surat Presiden SBY tentang pemberian amnesti dan abolisi terhadap eks GAM di hadapan anggota Komisi III di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (24/8/2005).Ketika anggota dewan sedang asyik menyimak penjelasan Yusril, tiba-tiba masuk ke tengah ruang rapat laki-laki setengah baya. Di tengah ruang rapat laki-laki yang mengenakan kemeja kotak-kotak biru putih lengkap dengan tas hitamnya itu langsung berteriak-teriak."Indonesia tidak boleh kalah dengan pemberontak. Kita tidak boleh kalah dengan GAM. Indonesia harus tetap dalam NKRI," teriaknya berulang-ulang.Teriakan keras laki-laki yang tidak dikenal itu langsung membuat kaget peserta rapat dan wartawan yang tengah meliput. Apalagi, orang yang diduga stres itu tidak berhenti berteriak. Tidak hanya berteriak, ia juga menawarkan kepada pemerintah solusi penyelesaian masalah GAM di Aceh. "Ini saya tawarkan jalan ke luar yang terbaik," katanya sambil melambai-lambaikan sebuah berkas.Namun sebelum berkas yang dibawanya disodorkan kepada pimpinan sidang, Wakil Ketua Komisi III Akil Muchtar, laki-laki tersebut langsung diamankan anggota dewan dari FPG, Victor Leiskodat. Victor harus turun tangan setelah Pamdal DPR yang dipanggil-panggil tidak kunjung tiba.Lucunya, saat orang stres itu teriak-teriak 'NKRI tidak boleh kalah', sejumlah anggota dewan tanpa dikomando ikut teriak, setuju...! Setelah laki-laki tersebut berhasil digelandang ke luar ruangan, rapat tidak dilanjutkan lagi. Pimpinan rapat memutuskan menskorsnya untuk istirahat makan siang dan salat. Wajah laki-laki setengah baya itu sebetulnya tidak terlalu asing di lingkungan Gedung DPR. Dia kerap terlihat mondar-mandir sambil membagikan selebaran-selebaran yang isinya bermacam-macam. Dari penampilannya, laki-laki itu terlihat normal, tapi jika sudah bicara terlihat ada keanehan, karena seringkali tidak masuk akal. Karena itu, banyak orang menduga dia stres. (umi/)


Berita Terkait