Pakai Mobil Pribadi Daripada Bingung Perubahan Rute Bus
Rabu, 24 Agu 2005 13:36 WIB
Jakarta - Tak mau ambil risiko bakal kebingungan di tengah jalan, beberapa pengguna setia angkutan umum yang memiliki mobil pribadi akhirnya memilih meluncurkan kendaraan roda empatnya itu ke jalan.Padahal perubahan 12 rute bus sedianya ditujukan agar para pengguna angkutan umum di ibukota tertarik menggunakan feeder sebelum naik busway. Diharapkan kemacetan dapat teratasi.Namun kurangnya sosialisasi perubahan 12 rute bus membuat beberapa pengguna angkutan umum malah jadi bingung. Seperti yang dialami Amir yang tinggal di Bekasi dan bekerja di kawasan Kota, Jakarta Pusat. Dia pun terpaksa mengeluarkan mobil Kijang pribadinya."Suami saya biasanya naik bus PPD Patas AC 17 jurusan Bekasi-Kota. Tapi karena ada perubahan, bus itu kini hanya mengantar sampai Velbak. Daripada bingung-bingung, mending pakai mobil sendiri saja," kata istri Amir, Rina, yang ditemui detikcom di depan halte Ratu Plaza, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (24/8/2005).Hal serupa dilakukan Supri. Pria yang bekerja di kawasan Gajah Mada ini terpaksa menggunakan mobil pribadinya lantaran ongkos yang harus dikeluarkan menjadi lebih besar jika menggunakan kendaraan umum."Bus dari Depok sekarang hanya sampai Karet (PPD P-15). Daripada saya keluar ongkos dua kali lipat, ya sudah, saya pakai mobil saja," ujarnya ketika ditemui detikcom di halaman parkir sebuah perkantoran di Gajah Mada.Berdasarkan pantauan detikcom sekitar pukul 13.00 WIB, busway yang lalu-lalang di depan Ratu Plaza tampak lengang. Padahal biasanya lumayan padat penumpang.Namun berdasarkan penuturan petugas pencatat lapangan Steady Safe, Sobari, tidak ada keluhan dari penumpang. "Karena ada bus alternatif, contohnya Hiba Utama P-125 jurusan Tanjung Priok-Blok M bisa menggunakan P-926 atau P-67 jurusan Senen-Blok M," ujar Sobari.
(ahm/)











































