"Kami akan konsultasi dengan Bawaslu apakah dibenarkan Pak Rommy bicara seperti itu," kata Ketua DPP Gerindra Bidang Hukum Habiburokhman saat dimintai tanggapan, Rabu (31/10/2018).
Habiburokhman justru heran atas pernyataan tersebut. Dia menilai kritik kepada incumbent merupakan hal wajar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai incumbent, seharusnya senang kalau dikritik karena sudah hukum alam di seluruh dunia kalau incumbent memang harus siap dikritik," imbuhnya.
Menurut Rommy, Jokowi menyatakan lawan politiknya menggunakan strategi Trump saat memberikan arahan kepada tim kampanye nasional-daerah.
Baca juga: Inas: Prabowo Subianto 'The Great Sontoloyo' |
"Waktu kemarin hari Minggu, ketika Pak Jokowi memberikan arahan kepada seluruh anggota tim kampanye, baik nasional maupun tim kampanye daerah, beliau memang menyampaikan strategi lawan yang sekarang dilakukan itu mengadopsi apa yang dilakukan oleh Trump," ujar Rommy di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/10).
Rommy juga menuturkan saat ini adalah era post-truth atau politik pascakebenaran. Politik sedemikian rupa itu, disebut Rommy, membuat masyarakat percaya akan kebohongan yang terus-menerus disampaikan.
"Oleh para ahli komunikasi politik itu disebut post-truth era. Jadi sekarang ini, era di mana kebohongan yang dilakukan secara terus-menerus dan meyakinkan itu lebih dipercaya ketimbang kebenaran. Jadi, ini yang kita antisipasi," ujarnya.
Simak Juga 'Prabowo Copas Slogan Trump, Sandi: Kenapa Mesti Dikritik?':
(zak/dkp)











































