Proyek Kloning Anjing di Korea Perlu Waktu 2 Tahun 8 Bulan
Rabu, 24 Agu 2005 12:56 WIB
Jakarta - Drh Yuda Heru Fibrianto menjadi salah satu anggota tim yang berhasil mengkloning anjing untuk pertama kalinya. Proyek kloning ini membutuhkan waktu selama 2 tahun 8 bulan. Proyek ini dipimpin oleh Prof Hwang Woo-Suk MSc Phd, guru besar Seoul National University (SNU), Korea Selatan. Tim terdiri dari 11 ilmuwan, tiga di antaranya adalah profesor. Kesebelas ilmuwan itu adalah Hwang Woo-Suk, Lee Byeong Chun, Kim Min Kyu, Jang Goo, Oh Hyun Ju, Yuda Heru Fibrianto, Kim Hye Jin, Shamim M Hossein, Kim Jung Ju, Kang Sung Keun, dan Schatten Gerald. Yuda satu-satunya ilmuwan Indonesia yang ikut dalam tim ini. Yuda kepada detikcom, Rabu (24/8/2005) menjelaskan tentang proses keberhasilan pengkloningan anjing itu. Proyek kloning anjing membutuhkan waktu cukup lama, 2 tahun 8 bulan. Dana yang dibutuhkan untuk proyek ini cukup banyak. Kandidat doktor berusia 36 tahun yang juga bapak dari tiga anak ini juga menjelaskan secara singkat proses keberhasilan mengkloning anjing itu. Anjing hasil kloning itu diberi nama Snuppy (Seoul National University Puppy). Berikut petikan wawancaranya: Perlu waktu berapa lama proyek kloning anjing? Perlu waktu 2 tahun 8 bulan. Ini proses yang cukup lama, perlu ketekunan dan keuletan. Bagaimana proses-prosesnya? Prosedur yang dilakukan adalah:- Membuat biakan sel dari kulit anjing yang akan dipakai sebagai donor sel, jadi kulit diambil sedikit dan dibiakkan dalam cawan petri, setelah berkembang disimpan dalam suhu 150 derajat Celcius, diambil satu tabung dan dibiakkan dalam cawan petri bila mau dipakai. - Persiapan memanen sel telur dari anjing yang sudah birahi dan sudah ovulasi dengan cara melihat sel dari vagina dan hormon progesteron dalam darah. Setelah pasti ovulasi dan diperkirakan sudah masak dilakukan operasi pengambilan sel telur.- Melakukan kloning dengan menggunakan sel telur yang sudah didapatkan dengan cara menghilangkan inti dari sel telur tersebut dan diganti dengan satu sel yang telah dibiakkan yang berasal dari telinga sel donor.- Menyatukan sel yang berasal dari kulit dengan sel telur yang telang hilang intinya dengan listrik sebesar 3.0-3.5 kv/cm di dalam plat dari baja putih yang sejajar dan dalam media manitol.- Memasukkan sel telur yang telah bersatu (dipilih yang menjadi satu) ke dalam anjing yang mempunyai waktu birahi sama dengan anjing yang diambil sel telurnya dengan cara operasi dan dilakukan dengan hati-hati sesedikit mungkin rangsangan pada sel telur dan ditempatkan di dalam oviduct. Dan ditunggu hasilnya.- Pemeriksaan kebuntingan dengan ultrasonografi (USG) 22 hari kemudian.- Kalau terjadi bunting ditunggu sampai hari ke 60 dan bila tidak dilahirkan dilakukan C-sec untuk memastikan keselamatan dari anak anjing tersebut. Berapa dana yang dibutuhkan dalam proyek ini? Saya kurang tahu mengenai dananya. Semua dana ada di tangan profesor. Tapi, saya memperkirakan dananya cukup banyak juga. Sebagai contoh, sewa anjing per ekor mencapai 100.000 won (1 won= Rp 9). Untuk induk semang, kita butuh 120 ekor. Jadi, perlu dana 12 juta won untuk hanya mencari induk semangnya. Masih banyak rincian biaya untuk lain-lainnya. Misalnya dana untuk mencari media untuk menyatukan sel telur dengan sel yang diambil dari donor dan juga media untuk menanam sel donornya sebelum digunakan. Semua membutuhkan media yang juga nggak murah.
(asy/)











































