detikNews
Rabu 31 Oktober 2018, 11:26 WIB

Begini Etika Menyebar Informasi soal Kecelakaan Pesawat

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Begini Etika Menyebar Informasi soal Kecelakaan Pesawat Proses evakuasi serpihan pesawat Lion Air JT 610. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Anda mendapat broadcast atau berita mengenai korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610? Kalaupun informasi tersebut benar, jangan ikut sebar informasi itu!

Ada etika dalam menginformasikan kabar terkait insiden pesawat terbang. Dosen ilmu komunikasi Universitas Indonesia (UI) Eduard Lukman mengatakan kondisi korban jiwa tak perlu diinformasikan terkait kecelakaan pesawat.

"Jangan tanya kondisi jenazah. Kalau kita lihat serpihannya begitu, kita bisa bayangkan bagaimana kondisi jenazah," ujar Eduard saat berbincang dengan detikcom, Selasa (30/10/2018) sore.



Lebih baik, kata Eduard, informasi progres pencarian dikedepankan. Selain itu, menurut dia, perlu pula ditegaskan bahwa sebetulnya pesawat adalah moda transportasi paling aman.

"Penerbangan adalah sebuah moda transportasi yang sebetulnya aman. Setiap beberapa ribu penerbangan, baru satu kejadian. Tapi, begitu terjadi, magnitude-nya besar. Umumnya (korbannya) di atas 100, makanya ini 180-an sampai 200," kata dia.

Selain soal kondisi jenazah, menurut dia, soal dugaan penyebab jatuhnya pesawat tak perlu disimpulkan. KNKT sebagai lembaga yang berwenang, kata Eduard, juga selalu menulis beberapa dugaan dan tidak menyimpulkannya sebagai penyebab tunggal.



"Karena dalam penerbangan, kecelakaan itu bisa disebabkan beberapa faktor," kata mantan editor majalah tentang dunia penerbangan tahun 1989-2004 ini.

Sebelumnya, KNKT memang memberikan informasi bahwa pilot JT 610 menyampaikan ada kerusakan flight control. Tetapi jangan disimpulkan dahulu kalau penyebab kecelakaan ini murni akibat kerusakan flight control.

"Bedakan antara observasi dan inferensi. Misalkan ada nelayan bilang melihat pesawat jatuh. Cukup tanya ke nelayan itu soal bagaimana yang dia lihat, tak perlu cari informasi dugaan menurut dia dan disimpulkan, nanti jadinya inferensi," papar Eduard.
(bag/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com