DetikNews
Selasa 30 Oktober 2018, 18:19 WIB

SBY dan Jokowi Lobi Raja Salman, TKI Tuti Tetap Dieksekusi Mati

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
SBY dan Jokowi Lobi Raja Salman, TKI Tuti Tetap Dieksekusi Mati Jumpa pers Kemlu terkait eksekusi mati TKI Tuti Tursilawati di Saudi. (Foto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)
Jakarta - Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menghentikan eksekusi mati terhadap TKI Tuti Tursilawati. Bahkan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyurati Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud.

"Kemudian dua kali surat presiden kepada Raja Arab Saudi, masing-masing pada tahun 2011 dan tahun 2016," kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Lalu M Iqbal di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018).


Iqbal mengatakan hukuman mati terhadap Tuti diputuskan pengadilan Saudi pada 2011. Sejak itu, pemerintah Indonesia melakukan upaya kekonsuleran dan upaya hukum untuk meringankan hukuman pada Tuti.

"Kasus Tuti Tursilawati telah inkrah atau ditetapkan pengadilan pada tahun 2011 namun pemerintah terus melakukan upaya untuk meringankan hukuman, upaya yang dilakukan antara lain pendampingan kekonsuleran sejak tahun 2011 sampai tahun 2018," ujarnya.

Pemerintah juga telah mengajukan 3 kali permohonan banding. Namun upaya hukum tersebut tak menemui hasil.

"Kemudian tiga kali penunjukan pengacara, tiga kali permohonan banding dan Alhamdulillah tiga permohonan banding itu dipenuhi oleh pengadilan banding di Arab Saudi di kota Thaif, namun keputusan hasil ke banding itu tetap seperti semula. Bahkan salah satu permohonan banding itu dipenuhi dengan mengganti seluruh majelis hakim namun hasilnya tetap seperti semula," tuturnya.

Tak berhenti di situ, pemerintah juga mengajukan upaya hukum lain yaitu peninjauan kembali (PK). Namun, menurut Iqbal, lagi-lagi upaya hukum tersebut kandas.

"Kemudian dua kali permohonan peninjauan kembali, jadi dua kali PK, sekali dipenuhi PK nya, dengan pemenuhan PK nya itu dengan perintah MA untuk memeriksa kembali, jadi benar-benar dimulai dengan nol namun baik keputusan baik di mahkamah umum, makahamah banding, mahkamah agung di Arab Saudi kembali tetap menegaskan keputusan sebelumnya," ujar Iqbal.

Selain itu, pemerintah juga memfasilitasi keluarga Tuti untuk bertemu di Arab Saudi. Setidaknya tiga kali pertemuan yang berhasil difasilitasi oleh Kemlu.

"Kemudian berbagai upaya litigasi dan non litigasi dalam hal ini salah bentuknya adalah fasilitasi keluarga Tuti untuk melakukan kunjungan ke Arab Saudi, tiga kali difasilitasi, mulai 2012, 2015, 2018, terakhir pada 4 April kami memfasilitasi," ujar Iqbal.

Tuti dieksekusi pada hari Senin (29/10) waktu setempat. Pihak Kemlu sudah datang langsung ke rumah keluarga Tuti di Majalengka untuk menyampaikan bela sungkawa atas eksekusi mati itu.

Sebelum divonis dan dieksekusi mati, Tuti diketahui memukulkan sebatang kayu ke majikannya, seorang pria tua bernama Suud Malhaq Al Utibi, di rumah majikannya, yakni di kota Thaif yang berjarak 87 kilometer sebelah timur Kota Mekah, pada 11 Mei 2010. Melihat majikannya terkapar karena pukulannya, Tuti berusaha kabur dari rumah.

Selanjutnya, Tuti bertemu sekelompok pria, sekitar sembilan orang. Awalnya, pria-pria itu menjanjikan bantuan membantu perjalanan Tuti ke Mekah, lepas dari rumah majikannya di Thaif. Namun ternyata Tuti dibawa ke rumah kosong, lalu mengalami pelecehan seksual oleh 9 pria.

Tuti divonis mati gara-gara membunuh majikannya. Ibu Tuti, Iti Sarniti, menceritakan bahwa Tuti bukan membunuh majikannya, namun membela diri.


Simak Juga 'Rentetan Kisah Pilu TKI yang Dipancung di Arab Saudi':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed