Bagaimana agar Tragedi Pesawat Jatuh Tak Terulang? Ini Kata JK

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Selasa, 30 Okt 2018 17:41 WIB
Wapres JK (Noval/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, dalam 10 tahun terakhir, angkutan udara di Indonesia berkembang pesat. Pemerintah terus memperketat regulasi penerbangan. Tapi untuk meminimalkan risiko kecelakaan, perusahaan maskapai juga harus memiliki sistem tanggung jawab yang baik.

"Sepuluh tahun yang lalu, berapa pesawat (di dalam negeri) kita dibanding sekarang, (sekarang) pasti jauh lebih tinggi. Karena itulah, maka ya kejadian (kecelakaan penerbangan) juga tentu ada tinggi. Tapi bagaimanapun kita selalu atasi dengan regulasi yang baik; kedua, dengan sistem dan juga tanggung jawab perusahaan yang baik," kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018).

Terkait dengan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, JK meminta semua pihak menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 hingga saat ini masih memunculkan banyak pertanyaan.

"Secara teknis, pesawatnya baru, jadi bagaimanapun tentu relatif baik. Tapi saya kira tidak juga human error, belum ada isu atau perkiraan human error yang pilotnya atau kopilotnya. Jadi ya kita tunggu saja penelitian KNKT itu apa sebabnya," ujarnya.


JK mengatakan regulasi penerbangan di Indonesia sudah lebih ketat, terutama setelah Uni Eropa melarang pesawat dari perusahaan maskapai Indonesia masuk ke Eropa. Regulasi penerbangan Indonesia saat ini juga sudah diakui dunia internasional.

"Karena itu, langsung setelah beberapa tahun diizinkan (masuk ke Eropa). Jadi ini sulit kita menerka apa sebabnya itu, tapi nanti penelitian (KNKT)-lah," tuturnya.

Peningkatan sumber daya manusia (SDM) di bidang penerbangan juga lebih baik seiring dengan meningkatnya jumlah kapasitas penerbangan di Indonesia. Hal ini dilihat dari meningkatnya sekolah pilot dan sekolah teknik pesawat terbang.

"Dulu di Indonesia cuma ada satu sekolah pilot dan sekolah teknik pesawat terbang. Sekarang itu ada di mana-mana. Ada di sini (Jakarta), ada pula di Cirebon, ada di Banyuwangi, ada di Kalimantan, ada di Sulawesi, itu semua itu kan memberikan kita bahwa pendidikan selaras dengan jumlah pesawat terbang, namun tentu aturannya harus lebih ketat lagi," ungkapnya.


JK juga kerap berpergian menggunakan pesawat komersial. Menurutnya, keamanan pesawat terbang sangat baik dibanding transportasi lain.

"Kan banyak yang mengatakan keamanan pesawat terbang itu sangat-sangat aman, karena luas, lebih banyak orang meninggal akibat kecelakaan di darat daripada di udara. Dari segi persentase, jumlah orang atau jumlah penerbangan. Jadi ya kita tentu berupayalah (memperketat regulasi), di samping itu berdoa supaya itu tidak apa-apa," ucapnya.


Simak Juga 'Saksi Mata Ungkap Detik-detik Lion Air JT 610 Sebelum Jatuh':

[Gambas:Video 20detik]


(nvl/tor)