DetikNews
Selasa 30 Oktober 2018, 05:00 WIB

Teka-teki Laju Kencang Lion JT 610 Sebelum Jatuh di Karawang

Haris Fadhil - detikNews
Teka-teki Laju Kencang Lion JT 610 Sebelum Jatuh di Karawang Ilustrasi Lion Air Jatuh (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan pesawat Lion Air JT 610 sempat terbang dengan kecepatan 340 knot atau 629,68 kilometer per jam sebelum jatuh. Kecepatan itu disebut tergolong sangat kencang. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Lion JT 610 sendiri menggunakan pesawat berjenis Boeing 737 Max 8. Kecepatan 340 knot per jam disebut masuk kategori cukup cepat untuk pesawat jenis tersebut.

"(Kecepatan pesawat) kencang sekali, 340 knot," ucap Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Senin (29/10/2018).


Soerjanto sendiri tidak bisa memastikan apakah pilot Lion Air JT 610, Bhavye Suneja, sengaja meningkatkan kecepatan pesawat atau tidak. Dia hanya mengatakan Lion Air JT 610 diketahui lebih dulu hilang kontak sebelum RTB ke Bandara Soekarno-Hatta. Menurut Soerjanto, pada saat hilang kontak, pesawat berada pada ketinggian 2.500 kaki.

"Lost of contact dari radar itu sekitar di ketinggian 2.500, di pukul 06.30-lah. Dari datanya (ketinggian pesawat) agak naik-turun, pas pukul 06.30-an itu pas sedang ke bawah," kata Soerjanto.

Selain itu, dia mengatakan Bhavye sempat minta return to base atau kembali ke bandara 2 menit setelah take off. Alasannya, pilot merasakan ada hal yang harus membuatnya kembali.

"Dua menit. Jadi 2 menit mungkin pilot merasakan ada hal yang perlu dia kembali landing dia minta izin kepada menara pengawas untuk melakukan pendaratan kembali ke Cengkareng," kata Soerjanto.


Namun dia tak mengetahui apa yang terjadi di pesawat saat sudah mengudara ke arah timur. Tapi dia mengatakan arah terbang tersebut sah-sah saja.

Pihak KNKT sendiri belum bisa menyimpulkan penyebab peristiwa tersebut. Saat ini petugas masih berupaya mencari korban dan kotak hitam atau black box pesawat tersebut. Tim gabungan pun dikerahkan untuk menyisir lokasi kejadian.

Lion Air JT 610 berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 06.20 WIB. Pesawat hilang kontak pada pukul 06.33 WIB dan kemudian dinyatakan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Pesawat Lion JT 610 dengan tujuan Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, itu mengangkut 189 orang. Ada sejumlah puing, potongan tubuh, dan barang yang ditemukan mengapung di sekitar lokasi pesawat diprediksi jatuh. Semua yang ditemukan tersebut telah dievakuasi. Pencarian bakal dilakukan selama 24 jam tanpa henti.



Simak juga video 'Lion Air JT 610 Sempat Bermasalah di Denpasar':

[Gambas:Video 20detik]


(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed