Pembicara di Belitung, Pejabat KLHK Jadi Penumpang Lion Air JT 610

Farhan - detikNews
Senin, 29 Okt 2018 21:38 WIB
Ubaidillah Salabi, MP, Kepala Sub-Direktorat Inventarisasi Hutan pada Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK
Jakarta - Ubaidillah Salabi, MP, Kepala Sub-Direktorat Inventarisasi Hutan pada Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK, menjadi salah satu penumpang pesawat Lion Air JT 610. Dia menumpang pesawat yang jatuh di perairan Karawang itu karena hendak menjadi pembicara di Belitung.

Hal tersebut disampaikan Sensen, salah satu staf Ditjen Planologi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), saat ditemui di kediaman Ubaidillah Salabi di Perumahan Bumi Ciluar Asri Blok D4 No 16 Kota Bogor, Senin (29/10/2018).

"Kalau saya tahu di kantor, tadi habis upacara sekitar jam 9 dapat informasi kecelakaan pesawat, (informasi) itu baru sekilas, lama-lama ada informasi bahwa ada keluarga rimbawan yang jadi korban, ada dari planologi," kata Sensen.

"Kemudian teman-teman crosscheck, termasuk soal tiket dan nomor pesawat. Ya itu, akhirnya bisa dipastikan kalau beliau (Ubaidillah Salabi) ada di pesawat yang jatuh itu," sambung Sensen.

Sensen mengatakan Ubaidillah Salabi terbang menuju Bangka Belitung untuk menjadi pembicara dalam sebuah acara yang digelar Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bangka Belitung.


Pembicara di Belitung, Pejabat KLHK Jadi Penumpang Lion Air JT 610Ubaidillah Salabi, MP, Kepala Sub-Direktorat Inventarisasi Hutan pada Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK


"Beliau sedang ada kegiatan dari kantor, ke Belitung, mau isi materi, jadi pembicara di acara KPH Bangka Belitung. Acara cuma hari ini, rencananya pulang sore hari," kata Anjar Yogi, Staf Ditjen Planologi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sambil menitikkan airmata.



Anjar menyebut atasannya itu seharusnya berangkat ke Bangka Belitung pada Minggu (28/10). Namun, karena Ubaidillah baru tiba di rumah setelah mengunjungi anaknya di Yogya, akhirnya ditunda dan baru bisa berangkat pada Senin (29/10) pagi.

Sementara itu, kediaman Ubaidillah hingga menjelang petang tadi masih terus didatangi kerabat, tetangga, dan rekan kerja. Keluarga Ubaidillah menolak memasang bendera kuning sebagai tanda lokasi duka karena istri Ubaidillah masih berharap suaminya itu selamat dan akan kembali di rumah. (fjp/fjp)