DetikNews
Senin 29 Oktober 2018, 19:29 WIB

Promosikan Indonesia, Kemlu Gelar Indonesianist Forum

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Promosikan Indonesia, Kemlu Gelar Indonesianist Forum Foto: Kemlu akan gelar 'The World Indonesianist Forum: the Rope of Millenial Generation' (Marlinda/detikcom)
Jakarta - Kementerian Luar Negeri bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar 'The World Indonesianist Forum: the Rope of Millenial Generation'. 200 peserta dari 43 negara hadir dalam forum yang perdana digelar ini.

Acara yang digelar di Universitas Udayana, Denpasar, Bali, ini rencananya akan dilaksanakan pada 29-30 Oktober 2018. 'The World Indonesianist' ini bertujuan menghimpun para Indonesianist dari seluruh dunia agar ke depannya dapat secara masif ikut mempromosikan Indonesia.

"Confirm 200 Indonesianist dari 43 negara. Tujuannya para Indonesianist bisa mempromosikan Indonesia," ujar Sekretaris Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kemlu, Eko Hartono di Denpasar, Bali, Senin (29/10/2018).

Eko menjelaskan, Indonesianist merupakan orang-orang yang mengamati dan mendalami Indonesia dari berbagai aspek. Mereka, terdiri dari dosen, peneliti, maupun mahasiswa, baik yang bekerja di Indonesia maupun di negara masing-masing.

"Gelaran ini merupakan salah satu tahapan menuju Kongres Indonesianist pada tahun depan. Tahun lalu sudah ada FGD (forum group discussion). Kemudian mereka sepakat dukung kalau Indonesia mau mengadakan kongres," ujarnya.

Eko mengatakan, acara ini juga untuk menciptakan generasi-generasi baru Indonesianist di seluruh dunia. Sebab, selama ini belum ada upaya regenerasi dari pemerintah untuk kembali mengenalkan Indonesia yang baru terhadap para Indonesianist muda.

"Tahun 60-70an ada Indonesianist yang kebanyakan mengajar di universitas di Amerika, Eropa, Australia. Waktu itu Indonesia masih dalam proses pembentukan bangsa, national building. Waktu itu Indonesia diamati dalam perkembangan sosial budayanya. Dalam dekade sekarang, Indonesia semakin berkembang, Indonesia yang sekarang jelas beda dengan Indonesia pada tahun 60-an," papar Eko.

"Kita sekarang sudah secara ekonomi jadi anggota G20, perkembangan ekonomi bagus, IPTEK-nya juga beda. Kita ingin menampilkan dan memperkenalkan Indonesia dalam konteks baru. Sementara, Indonesianist yang waktu itu sudah sepuh dan sudah nggak ada. Dan kita harus regenerasi orang-orang yang cinta dan mengamati Indonesia. Nah ini yang nggak kita openi," sambungnya.

Selain itu, kata Eko, dengan mengumpulkan para Indonesianist dari berbagai negara ini, diharapkan pemerintah melalui Kemlu dapat menyampaikan harapan agar para Indonesianist dapat membantu mempromosikan Indonesia. Selain itu, diharapkan juga agar para Indonesianist semakin tertarik dan mendalami Indonesia dalam berbagai aspek.

"Mudah-mudahan nanti kita bisa kolaborasi dengan perwakilan kita di luar negeri untuk mendirikan semacam Indonesia studies di universitas masing-masing. Atau kalau nggak ya tetap sebagai friends yang kapanpun dibutuhkan mereka siap untuk menjelaskan tentang Indonesia kepada dunia," tutur Eko.

Acara yang diikuti Indonesianist dari Amerika, Eropa, Jepang, India, dan lainnya itu akan dibuka dengan welcoming dinner pada malam ini. Kemudian, esok hari, acara dilanjutkan dengan forum diskusi yang diisi oleh sejumlah panelist seperti Anis H. Bajrektarevic, Wolfgang Busse, Restu Gunawan, Jan van der Putten, Xu Liping, dan masih banyak lagi.
(mae/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed