Dana Miliaran, 15.788 Pengungsi Maluku Belum Tertangani
Rabu, 24 Agu 2005 01:14 WIB
Ambon - Anggaran berjumlah miliaran rupiah terkucur sudah. Namun penyelesaian masalah pengungsi Maluku belum juga tuntas. Sebanyak 15.788 kepala keluarga (KK) hingga kini masih berada di tempat-tempat pengungsian. Padahal targetnya persoalan ini tuntas pada 15 September mendatang.Sebenarnya, itu adalah target yang ke sekian. Sebab janji demi janji terus dinyanyikan. Baik saat pemerintahan dipegang Mantan Irjen Departemen Dalam Negeri Sinyo Harry Sarundajang, sekarang menjabat Gubernur Sulawesi Utara, hingga gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu.Sarundajang pernah menetapkan penanganan pengungsi berakhir pada Desember 2002. Namun, optimisme itu tidak terwujud dan diundur hingga akhir tahun 2003. Saat Ralahalu menjabat gubernur, masalah ini juga diselesikan hingga tenggat waktu diundur akhir April 2004. Dan sekarang, tenggat waktunya sisa tiga pekan lagi.Berdasarkan data Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Maluku, pada akhir tahun 2003 pengungsi yang masih tersisa sebanyak 36.878 KK atau 188.109 jiwa. Menjelang tutup tahun 2003, Pemerintah Pusat mengucurkan Rp.30 miliar dana yang bersumber dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Padahal sebelumnya dalam tahun yang sama, Rp176 miliar dari APBN cair untuk pengungsi Maluku. Tahun 2004, dana Rp. 86 miliar dari APBN juga dicairkan. Lagi-lagi masalah ini belummenampakan hasil.Menurut pengakuan Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Maluku Chris Hehanusa, dana pengungsi yang disalurkan melalui pihaknya hampir mencapai Rp. 500 miliar untuk menyelesaikan pengungsi. Itu belum termasuk dana bantuan luar negeri lewat LSM asing maupun lokal serta pemerintah daerah setempat."Banyak yang menyalurkan bantuan, ada departemen sosial, ada juga NGO. Pemerintah kabupaten/kota juga punya dana sendiri. Kalau dana dari kami hampir Rp 500 miliar," ungkap Hehanusa kepada wartawan, Selasa (23/8/2005).Saat ditanya kenapa masalah pengungsi Maluku sulit ditangani, Hehanusa hanya mengatakan sudah berkomiten dengan pemerintah pusat untuk mengucurkan dana buat 15.788 KK. "Data itu merupakan komitmen kami dengan pemerintah pusat karena data resmi menyangkut berapa banyak pengungsi tidak satupun yang tahu. Hanya Tuhan saja yang tahu," ujarnya.Tahun 2005 ini dipastikan dana pengungsi Rp 170 miliar akan turun lagi dari sumber dana APBN. Rp 60 miliar sudah terlebih dulu cair sedangkan Rp 110 miliar masih berada di Departemen Sosial meskipun satuan kerja organisasi (SKO)-nya sudah keluar. Wakil Gubernur Maluku, MA Latuconsina saat ditemui wartawan berujar, dana pengungsi Rp.170 miliar tersebut untuk menangani 15.788 kepala keluarga. Dan jika sampai pada akhirnya belum juga tuntas maka persoalan pengungsi akan ditangani pemerintah kabupaten/kota. "Kalau sampai pada akhirnya 15.788 KK masih ada pengungsi maka yang belum selesai maka itu akan ditangani pemerintah kabupaten/kota," tandas Latuconsina kepada detikcom usai membuka acara Out Bound di Lapangan Merdeka Ambon, Selasa (23/8/2005).
(gtp/)











































