Pakai Tik Tok, Mendes Eko Deklarasikan Pemuda Anti Hoax

Robi Setiawan - detikNews
Senin, 29 Okt 2018 12:21 WIB
Foto: Dok. Kemendes PDTT
Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo deklarasikan pemuda anti hoax melalui aplikasi media sosial (medsos) Tik Tok. Deklarasi ini pun mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

"Saya pikir ini inisiatif yang sangat baik dari para pemuda dengan mengadakan deklarasi anti hoax, anti provokasi. karena kalau ini dibiarkan akan dapat memecah belah bangsa kita," kata Eko dalam keterangan tertulis, Senin (29/10/2018).

Video yang dibuat dengan aplikasi Tik Tok itu diunggah oleh akun @lambe_turah dan telah dilihat sebanyak 771.918 views.

Eko mengatakan bahwa kegiatan deklarasi anti hoax bersama dengan generasi muda dengan menggunakan aplikasi Tik Tok adalah hal yang sangat positif. Apalagi, hoax dan provokasi dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Semangat pemuda, bersatu, anti hoax, anti provokasi, NKRI harga mati," seru Eko.


Deklarasi anti hoax ini dilakukan pada Sabtu (27/10/2018) di Lapangan Parkiran Selatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang digelar Forum Pemuda Peduli NKRI yakni kegiatan gebyar kebangsaan, dengan tema pemuda-pemudi Indonesia peduli kemanusiaan untuk Palu, Donggala, Sigi dan Lombok.

Eko yang turut menghadiri kegiatan tersebut mengatakan bangga terhadap generasi muda dan mahasiswa, yang telah menunjukkan kembali rasa kesetiakawanan sosial dengan menyelenggarakan amal dengan acara penggalangan dana.

Dirinya pun berharap kegiatan ini dapat menjadi sebuah motivasi bagi sejumlah komponen bangsa lainnya untuk bisa lebih peduli terhadap bangsa ini.

"Semoga juga dapat menumbuhkan kembali rasa persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia. Sehingga kita tidak mudah diganggu oleh unsur-unsur luar yang berusaha menyusup kepada bangsa kita untuk memecah belah bangsa kita," katanya.


Sementara itu untuk diketahui, MURI memberikan penghargaan kepada deklarasi ini karena dianggap sebagai satu-satunya deklarasi anti hoax melalui media sosial dengan jumlah peserta terbayak.

Penghargaan diserahkan oleh Ketua MURI Jaya Suprana bersama dengan Eko kepada perwakilan Tik Tok Indonesia Dina Bhirawa yang sekaligus mendeklarasikan aplikasi Tik Tok sebagai aplikasi anti hoax dan anti provokasi.

"Rekor dunia MURI deklarasi anti hoax melalui medsos dengan peserta terbanyak dengan satu-satunya medsos yakni Tik Tok," kata Jaya.

Di sisi lain Dina menyampaikan bahwa aplikasi Tik Tok sebagai alat untuk memperteguh ikatan kebangsaan di era milenial, yang mengajak generasi muda untuk menghadapi masalah kekinian, seperti penyebaran berita bohong (hoax) apalagi dengan berbagai ujaran kebencian yang bisa mempengaruhi rasa nasionalisme.

"Generasi muda saat ini sudah memilih untuk mendeklarasikan hal-hal yang positif melalui teknologi kekinian. Apalagi, Tik Tok diciptakan untuk menyebarkan sesuatu yang positif. Karena itu, Tik Tok mengajak generasi muda khususnya dan masyarakat pada umumnya dengan mencegah minimal tidak ikut menyebarkan berita hoax yang dapat memprovokasi masyarakat lain dengan kegiatan positif," katanya.

Untuk informasi seputar Kemendes selengkapnya.

(idr/idr)