Bank Dunia Pertanyakan Lambatnya Proses Rekonstruksi di Aceh
Selasa, 23 Agu 2005 22:46 WIB
Jakarta - Lambatnya proses rekonstruksi di Aceh yang dilaksanakan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi menjadi perhatian Bank Dunia. Presiden Bank Dunia Paul Wolfowitz pun mempertanyakan masalah ini ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)."Kenapa kok di sini lambat sekali. Ini sudah hampir setahun. Pengungsi masih tinggal di barak-barak," ujar kata Ketua BPK Anwar Nasution mengutip pernyataan utusan Presiden Bank Dunia yang datang ke BPK sepekan yang lalu.Menurut Anwar, usai menghadiri rapat Tim Penilai Akhir yang dipimpin Presiden SBY di Kantor Presiden, Jl. Veteran, Jakarta, Selasa (23/8/2005), keterlambatan itu dikarenakan fungsi BRR masih tumpang tindih dengan pemerintah daerah dan departemen teknis terkait di Aceh.Terkait keterlambatan ini, Anwar mengaku telah meminta konfirmasi kepada Menko Kesra Alwi Shihab selaku Ketua Harian Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP). Alwi mengaku tidak terlibat dalam BRR.Ketika ditanya soal pernyataan Ketua BRR Kuntoro Mangkusubroto bahwa bantuan dana internasional tidak dalam bentuk cash tapi proyek, dan yang mengerjakannya adalah negara donor itu sendiri, Anwar menjawab, "Ya, saya kira itu perlu kita bereskan."Lalu ditambahannya, "Makanya tanya pada Bank Dunia. Yang mereka bandingkan Indonesia dengan Srilanka yang terkena korban tsunami."
(gtp/)











































