Data Pasien Miskin, Depkes Tempatkan Petugas di RS

Data Pasien Miskin, Depkes Tempatkan Petugas di RS

- detikNews
Selasa, 23 Agu 2005 19:02 WIB
Jakarta - Departemen Kesehatan akan menempatkan petugas di rumah sakit-rumah sakit untuk mendata dan memberikan asuransi kesehatan masyarakat miskin (askeskin) pada pasien miskin. Upaya ini dilakukan karena pendataan melalui rukun tetangga (RT) tidak mencapai target.Hal ini disampaikan Menkes Siti Fadilah Supari usai penutupan Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2005 di Gedung Dhanapala Depkeu, Jl. Dr. Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2005). Raker dihadiri pejabat Depkes, dinas kesehatan seluruh Indonesia, serta pengelola RS pemerintah.Menurut Menkes, penempatan petugas di RS ini akan memudahkan bagi pasien miskin untuk mendapatkan perawatan. "Di rumah sakit akan ada petugas, kalau ada pasien miskin langsung saja diberikan kartu di situ," katanya.Bersamaan dengan penempatan petugas di RS ini pendataan melalui RT masih akan dilakukan. Karena itu Menkes juga meminta masyarakat dan LSM untuk turut melakukan cek ulang terhadap pendataan masyarakat miskin di lingkungan sekitar.Dalam kesempatan itu Menkes juga mengakui target askeskin belum tercapai terkait dengan masalah pendataan. "Target belum tercapai 100 persen karena yang miskin betul belum dapat. Sedangkan yang tidak miskin malah dapat."Terkait tidak terpenuhinya target askeskin ini pihak yang paling bertanggung jawab adalah Ketua RT. Karena Ketua RT yang mendata masyarakat miskin. "Permasalahan tersebut timbul karena sosialisasi yang tidak berjalan baik," kata Menkes.Ditegaskan Menkes, program ini perlu segera berjalan agar masyarakat miskin dapat menikmati pengobatan cuma-cuma. Depkes telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 3,7 triliun untuk 54 sampai 60 juta rakyat miskin dan telah digulirkan sejak Januari. "Dananya cukup asal tidak disalahgunakan," tukasnya.Dalam kesempatan itu Menkes juga meminta rumah sakit untuk bersikap profesional, baik dan jujur. Pengelola RS dilarang mencari untung sebagai tujuan. "Rumah sakit jangan mencari untung tapi boleh untung. Kalau mencari untung berarti Anda menghalalkan segala cara," demikian Menkes Siti Fadilah Supari. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads