'Jeritan' Meliana dari Balik Penjara

Rivki - detikNews
Minggu, 28 Okt 2018 21:30 WIB
Foto: Surat Meliana (ist.)
Jakarta - Pengkritik volume azan, Meliana tetap dihukum 18 bulan penjara di tingkat banding. Meliana pun mencurahkan kegundahannya dari balik jeruji besi ke Mahkamah Agung (MA) agar dibebaskan.

Dirangkum detikcom, Minggu (28/10/2018), setelah bandingnya ditolak, ia mengajukan kasasi meminta dibebaskan karena tidak pernah melakukan 'penistaan agama' sebagaimana dakwaan jaksa.



Surat yang ditulis Meliana berisi rencananya untuk mengajukan kasasi. Dia pun meminta MA untuk memberikan putusan agar dirinya dibebaskan dari segalah dakwaan jaksa.

Berikut surat tangan Meliana:

Saya Meliana, percaya kepada tim penasehat hukum saya sudah melakukan yang terbaik dan saya setuju untuk melakukan upaya hukum kasasi.

Saya mohon kepada hakim Ketua Mahkamah Agung supaya memberikan putusan atas tuduhan yang tidak pernah saya lakukan

Tanjung Gusta

26-01-2018
Meliana



Sebagaimana diketahui, Meliana mengkritik volume azan karena terlalu keras pada Juni 2016. Rumah Meliana dirusak oleh massa dan Vihara dibakar.

Belakangan, jaksa menuntut Meliana 18 bulan penjara dan diamini oleh PN Medan pada 21 Agustus 2018. Atas hal itu, Meliana banding tapi ditolak. Putusan itu diketok pada Kamis (25/10) kemarin dengan ketua majelis Daliun Sailan serta anggota majelis Prasetyo Ibnu Asmara dan Ahmad Ardiana Patria. (rvk/nvl)