detikNews
Minggu 28 Oktober 2018, 16:22 WIB

90 Tahun Sumpah Pemuda

Perkenalkan Sepinta, Penyiar Radio Pencerah Suku Pedalaman Jambi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Perkenalkan Sepinta, Penyiar Radio Pencerah Suku Pedalaman Jambi Foto: Orang Rimba (ist.)
Jambi - Sepinta (30) tokoh pemuda masa kini dari kelompok Orang Rimba di Jambi. Selain fasilitator membaca dan berhitung buat anak Orang Rimba, kini dia bekerja penyiar radio khusus untuk komunitasnya.

Waktu menunjukkan pukul 07.45 WIB, Sepinta bergegas ke ruang perangkat siaran radio, lalu menyalakan booster dan exciter. Tepat pukul 08.00 WIB, lagu Indonesia Raya mengudara di frekuensi 88.80 FM, Radio Benor FM siap melayani pendengarnya hingga ke pedalaman Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD).

Pemuda Rimba itu, sudah sejak 2015 membantu Komunitas Konservasi Indonesia Warsi mengelola sebuah radio Benor FM dengan tetap mempertahankan konten lokal, terutama yang berkaitan dengan kehidupan dan kebutuhan Orang Rimba.

Ia tidak hanya harus mengerti bagaimana cara kerja perangkat siaran, dia juga mengajak remaja dan anak rimba untuk bersuara di radio didirikan pada tahun 2011 itu. Dengan tagline "mengedepankan kearifan lokal" radio ini mengudara.

Radio ini didirikan untuk jembatan komunikasi antara Orang Rimba dan orang di luar rimba. Interaksi yang dekat antara Orang Rimba dan Melayu maupun transmigrasi namun dengan budaya yang sangat berbeda sering menimbulkan gesekan sosial. Melalui radio ini, dengan program-programnya diharapkan dapat mengurangi pandangan negatif tentang Orang Rimba.

Sepinta awalnya kader pendidikan Warsi, tugasnya mengajar anak-anak rimba untuk belajar baca tulis dan hitung berkeliling dari satu kelompok ke kelompok berikutnya.

Ketika radio didirikan, pemuda berusia sekitar 30 tahun ini, masih belum percaya diri untuk terlibat di radio. Namun lama-lama ia mulai paham dan mencoba untuk siaran.

"Awalnya kalau siaran, dia harus sendirian di ruang siaran, tidak boleh ada orang lain, kalau ada orang lain dia tidak akan mau bersuara,"kata Elvidayanti Manager Siaran Benor FM kepada detikcom, Minggu (28/10/2018).

Namun lama-lama dia mulai terbiasa untuk bersiaran dan kini menjadi andalan untuk mengelola radio. Pengetahuan dan kemampuannya mengenali alat-alat siaran dan mendeteksi kalau ada gangguan penyiaran sudah bisa dilakukan Sepinta. Tugas berikutnya adalah meyakinkan anak-anak rimba lainnya untuk terlibat dalam siaran radio.

"Yang sulit saat mengajarkan Anak-anak Rimba siaran. Kalo yang masih kecil, belum lancar membaca, jadi tidak bisa mencari dan menyusun playlist lagu untuk disiarkan. Kalo seperti itu, aku yang susun lagu dan jadi operator, mereka yang bececakop (bersiaran) di radio. Yang penting mereka mau siaran dulu, sambil pelan-pelan belajar bagaimana menyusun lagu, di mana posisi tuas mikrofon dan lagu di mixer," cerita Sepinta.

Kedekatan emosional sebagai sesama Orang Rimba, juga kedekatan kekerabatan memudahkan Sepinta untuk mengajak remaja rimba hingga anak rimba yang berusia 7-10 tahun ikut bersiaran di Benor FM. Menyuarakan kepentingan dan kebutuhan Orang Rimba akan lebih efektif jika dilakukan oleh Orang Rimba sendiri.

Selain mengurus operasional harian Radio Benor FM, Sepinta juga memanfaatkan halaman Benor FM untuk menanam cabe, terong, singkong, dan sayuran lainnya. Memberi contoh bagi anak-anak muda dan Orang Rimba lainnya bahwa usaha apapun akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Dengan kepiawannya ini, anggota rombong Tumenggung Grip ini, diangkat sebagai ketua pemuda Orang Rimba. Putera dari Ningkap dan Melesas ini memang tidak pernah menempuh pendidikan formal. Kemampuan membaca, menulis dan berhitung ia dapat dari fasilitator pendidikan KKI Warsi yang mengajar di dalam rimba.

Semangatnya untuk selalu melakukan yang terbaik dalam banyak hal sering dijadikan rujukan para Orang Tua Rimba.

"Kalau ingin maju dan hidup lebih baik, contohlah Sepinta," kata orang tua Rimba menasihati kepada anak-anak mereka.

Sepinta lahir di Nuwaron Godong, wilayah Kedundung Muda, Selatan Taman Nasional Bukit Duabelas. Anak ke-enam dari delapan bersaudara. Meski saat ini lebih banyak tinggal di luar rimba karena mengurus operasional harian Radio Benor FM, ia tidak melupakan jati dirinya sebagai Orang Rimba. Berburu misalnya, sesekali masih ia lakukan bersama teman-temannya.

Ia juga menjual kerajinan khas Orang Rimba seperti kalung dan gelang Sebelik Sumpah. Sesekali, ia juga membuat tas sandang dari kulit kayu ipuh. Hasil kerja kerasnya, ia tabung di rekening bank yang ia urus di Desa Bukit Suban.

Kalau ditanya berapa rupiah sekarang jumlah tabungannya, dia cuma tertawa. Kalau ada yang bercanda.

"Kalau duit ditabung terus, tapi tidak pernah diambil, nanti tidak muat lagi rekening itu untuk menampung uang," ujar seorang fasilitator Warsi. Candaan ini Cuma dijawab Sepinta dengan senyuman.

Kini, Sepinta juga aktif menyuarakan nasib Orang Rimba di media sosial. Lewat beberapa pelatihan jurnalis warga yang ia ikuti, dia belajar mengambil objek foto, video dan audio tentang kehidupan Orang Rimba. Hasil liputannya tersebut, ia siarkan di Radio Benor FM, juga dia posting di media sosial. Dia berharap, lewat cerita dan foto yang ia posting di media sosial, orang-orang di luar akan mengetahui bagaimana nasib Orang Rimba jika kehilangan hutannya.

"Ada yang tidak percaya bahwa yang menulis di akun facebook itu adalah aku sendiri. Katanya, ah...tidak mungkin itu Sepinta yang bikin, pasti Orang Warsi," kata Sepinta.

Mengenai tulisan-tulisan dan foto-foto yang ia unggah di media sosial.
Sepintak menjelaskan kini anak-anak rimba sudah cukup banyak yang sekolah. Baik sekolah dengan fasilitator pendidikan Warsi ataupun mengikuti kelas jauh.

"Orang luar masih banyak yang menganggap semua Orang Rimba bodoh, tidak bisa belajar. Padahal, di Benor FM, anak-anak Rimba yang masih berusia 6 - 8 tahun sudah biasa bersiaran dengan lancar. Sesuatu yang mungkin masih jarang ditemukan di radio orang luar," ucap Sepinta.
(cha/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed