Benar saja, tak sampai sepuluh menit setelah mendarat di Yaman pada 2016 lalu, Rangi sudah disambut dengan penampakan bangkai pesawat yang luluh lantak dihajar rudal. Perasaan khawatir mulai berkecamuk di benak Rangi. Apalagi ia hanya pernah melihat perang lewat tayangan di televisi.
Namun tekad dokter lulusan Universitas Trisakti itu sudah bulat untuk menolong korban perang di Yaman. Rangi datang ke negara di ujung selatan Arab Saudi itu sebagai bagian dari tim kemanusiaan MSF (Medecins Sans Frontières), Dokter Lintas Batas. MSF merupakan organisasi kemanusiaan medis internasional independen yang memberikan bantuan salah satunya kepada para korban perang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjalanan darat ditempuh selama delapan jam. Makin jauh masuk ke wilayah negara di tepi Laut Merah itu, terhampar pemandangan negara yang usai dilanda 'kiamat' kecil. Jalan rusak, rumah-rumah di kiri kanan hancur diterjang rudal dan mortir, membuat nyali Rangi makin ciut. Padahal bukan kali itu saja dia bertugas di daerah yang didera konflik bersenjata. Sebelum ke Yaman, dia pernah bertugas di Pakistan, tak jauh dari perbatasan dengan Afghanistan.
Bagaimana cerita perjalanan Dokter Rangi di Yaman, baca selengkapnya di DetikX, Dokter dari Bekasi di Perang Yaman (sap/sap)