DetikNews
Minggu 28 Oktober 2018, 11:25 WIB

Dokter dari Bekasi di Perang Yaman

Melisa Mailoa - detikNews
Dokter dari Bekasi di Perang Yaman Foto: Brent Stirton/Getty Images
Jakarta - Ketika orang-orang mengungsi dari Yaman, Rangi Wirantika Sudrajat justru malah datang ke medan perang di negeri itu. Padahal dulu, tak pernah terbayang di benak dokter Rangi jika suatu hari dia bakal menginjakkan kaki di negara yang bertahun-tahun dirundung perang saudara itu. Mendatangi daerah konflik semacam ini sama saja dengan bunuh diri.

Benar saja, tak sampai sepuluh menit setelah mendarat di Yaman pada 2016 lalu, Rangi sudah disambut dengan penampakan bangkai pesawat yang luluh lantak dihajar rudal. Perasaan khawatir mulai berkecamuk di benak Rangi. Apalagi ia hanya pernah melihat perang lewat tayangan di televisi.

Namun tekad dokter lulusan Universitas Trisakti itu sudah bulat untuk menolong korban perang di Yaman. Rangi datang ke negara di ujung selatan Arab Saudi itu sebagai bagian dari tim kemanusiaan MSF (Medecins Sans Frontières), Dokter Lintas Batas. MSF merupakan organisasi kemanusiaan medis internasional independen yang memberikan bantuan salah satunya kepada para korban perang.

Sambil menelan ludah sendiri, Rangi menaiki mobil yang akan membawanya beserta rombongan menuju sebuah rumah sakit di Kota Taiz. Ibukota Provinsi Taiz ini merupakan kota terbesar ketiga di Yaman setelah Sana'a dan Aden. Sejak perang saudara, kota itu menjadi salah satu medan tempur paling sengit antara pasukan Houthi melawan prajurit loyalis pemerintah.

Perjalanan darat ditempuh selama delapan jam. Makin jauh masuk ke wilayah negara di tepi Laut Merah itu, terhampar pemandangan negara yang usai dilanda 'kiamat' kecil. Jalan rusak, rumah-rumah di kiri kanan hancur diterjang rudal dan mortir, membuat nyali Rangi makin ciut. Padahal bukan kali itu saja dia bertugas di daerah yang didera konflik bersenjata. Sebelum ke Yaman, dia pernah bertugas di Pakistan, tak jauh dari perbatasan dengan Afghanistan.

Bagaimana cerita perjalanan Dokter Rangi di Yaman, baca selengkapnya di DetikX, Dokter dari Bekasi di Perang Yaman
(sap/sap)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed