Tarif Bus AKAP dan Angkutan Penyeberangan Naik 10-20%
Selasa, 23 Agu 2005 16:16 WIB
Jakarta - Di tengah rencana menaikkan harga BBM, pemerintah malah akan menaikkan tarif angkutan atau bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) dan angkutan penyeberangan terlebih dulu. Tarif akan dinaikkan 10-20 persen.Kenaikan tarif ini bukan karena terkait secara langsung dengan rencana kenaikan harga BBM itu. Tapi, kenaikan tarif ini disebabkan mahalnya harga sparepart."Kenaikan tarif ini karena tingginya harga-harga sparepart kendaraan, serta perlunya peremajaan untuk angkutan tersebut," kata Menteri Perhubungan Hatta Rajasa kepada wartawan seusai menghadiri sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (23/8/2005).Menurut Hatta, kondisi angkutan AKAP dan penyeberangan saat ini memprihatinkan. Sudah lama tarifnya tidak dinaikkan, padahal harga BBM sudah mengalami kenaikan beberapa kali."Karena itu, inilah saatnya tarif tersebut disesuaikan agar armada-armada angkutan itu menjadi prima dan mengalami peremajaan," ungkap Hatta.Beberapa pihak sudah mengusulkan besaran kenaikan tarif angkutan AKAP dan penyeberangan. Organda misalnya, mengusulkan kenaikan tarif 44 persen. Namun, pemerintah tidak bisa mengabulkan usulan tersebut, karena kenaikan terlalu mencekik leher."Dephub akan menyesuaikan dengan kondisi realistis dari keadaan armada angkutan tersebut dan daya beli masyarakat. Besaran kenaikan masih diolah. Tapi, mungkin range-nya antara 10-20 persen," kata pejabat berambut perak ini.Saat ini, lanjut Hatta, tarif angkutan AKAP dan penyeberangan sudah berada di bawah biaya operasional. Padahal, berdasarkan aturan tarif batas bawah dan batas atas, tarif harus berada di minus 20 persen (-20%) dan plus 30 persen (-30%) dari biaya operasional. Seharusnya, setiap enam bulan sekali, tarif juga akan ditinjau dan disesuaikan.Ketika ditanya kapan kenaikan tarif ini akan diberlakukan, Hatta belum bisa menjelaskan secara pasti. Kemungkinan bulan depan. "Tapi, saya belum bisa memutuskan kapan pastinya," ujar dia.
(asy/)











































