DetikNews
Sabtu 27 Oktober 2018, 13:57 WIB

IPB Tetap Buka Kuota 40 Persen untuk Jalur SNMPTN 2019

Nur Azizah - detikNews
IPB Tetap Buka Kuota 40 Persen untuk Jalur SNMPTN 2019 Rektor IPB Arif Satria (Foto: Nur Azizah/detikcom)
Bogor - Institut Pertanian Bogor (IPB) tetap membuka kuota 40 persen untuk penerimaan mahasiswa baru tahun 2019 dari jalur SNMPTN. Menurut IPB, hal itu tak jadi masalah meski Kemenristek Dikti menurunkan kuota SNMPTN menjadi minimal 20 persen.

"Itu kan kebijakan menteri, IPB tetap minimal 40 persen. Nggak melanggar. Kan (dari menteri) minimal 20 persen kan, kita minimal 40 persen," kata Rektor IPB Arif Satria di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor, Sabtu (27/10/2018).

Arif mengatkaan IPB masih percaya nilai rapor menjadi alat yang bagus untuk mengukur kemampuan calon mahasiswa. Terkait dengan hasil analisis Panitia Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru yang menemukan inkonsistensi antara nilai rapor siswa di sekolah dengan prestasinya di perguruan tinggi, Arif punya jawaban tersendiri.

"IPB punya pengalaman, IPB kan merintis SNMPTN. Pola-pola seleksi tanpa tes itukan yang memulai IPB sejak jaman dulu kan. Yang pertama itu IPB, sehingga IPB itu sangat mapan, punya pengalaman yang banyak, dan punya instrumen yang canggih untuk bisa mengukur," jelas Arif.


"Jadi kalau yang lain ya silakan saja, tapi kita masih percaya pada itu (hasil SNMPTN). Minimal 40 persen," tegasnya.

Meski beda pendapat dalam penetapan kuota SNMPTN, Arif menyebut sistem baru yang diterapkan Kemenristekdikti untuk penerimaan mahasiswa baru jalur SBMPTN merupakan kesempatan bagus. Alasannya, sistem yang ada saat ini memungkinkan PTN untuk memanfaatkan hasil tes yang dikelola oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) tersebut untuk bisa masuk pada tes-tes mandiri. Arif juga menyebut tes yang akan diadakan oleh LTMPT sebanyak 24 kali dan bisa diikuti seorang siswa maksimal 2 kali adalah sebuah solusi.

"Saya kira itu untuk sistem yang baru ini adalah kesempatan yang bagus. Karena semua dikelola oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Itu bagus. Karena selama ini kan dikelola oleh para rektor, dan sekarang dikelola oleh lembaga permanen," ujarnya.

Sebelumnya, Kemenristekdikti mengubah format seleksi mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) untuk tahun 2019.

"Kalau dulu SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) itu adalah daftar langsung tes, sekarang nggak. Setelah daftar, tes dan langsung dapat PTN. Ini adalah perombakan revolusi di dalam sistem penerimaan mahasiswa di PTN," kata Menristekdikti M Nasir di kantornya, Senayan, Jakarta, Senin (22/10/2018).



Tes akan dilaksanakan sebanyak 24 kali oleh Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (Panpus SN PMB). Setiap siswa bisa mengikuti maksimal 2 kali tes dengan biaya masing-masing tes Rp 200.000.

Selain itu, Kemenristekdikti juga memangkas kuota penerimaan mahasiswa melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) menjadi minimal 20 persen saja.

"Pada hasil analisis yang sudah dilakukan oleh tim kami, melihat korelasi antara siswa yang SNMPTN dengan prestasi selama di perguruan tinggi, itu ternyata yang bisa betul-betul dipertanggungjawabkan itu sebenarnya mendekati 20 persen itu," jelas Sekretaris Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (Panpus SN PMB) Joni Hermana di lokasi yang sama.



Tonton juga video '101.906 Siswa Lulus SNMPTN, Unpad Jadi Favorit':

[Gambas:Video 20detik]


(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed