DetikNews
Jumat 26 Oktober 2018, 21:17 WIB

Diperiksa Hoax Ratna, Dahnil: Pertanyaannya Seolah-olah Kami Tersangka

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Diperiksa Hoax Ratna, Dahnil: Pertanyaannya Seolah-olah Kami Tersangka Dahnil Anzar Simanjuntak memenuhi panggilan pemeriksaan kasus hoax Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya, Jumat (26/10/2018) Foto: Kanavino-detikcom
Jakarta - Dahnil Anzar Simanjuntak selesai diperiksa sebagai saksi kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai pertanyaan yang diajukan penyidik seolah-olah mengarah kepada seorang tersangka.

"Pertama begini, saya melihat jangan sampai polisi menjadi alat politik. itu penting, itu menjadi catatan saya selalu. Jadi berdiri tegaklah terkait itu. Apalagi dalam suasana politik seperti ini apalagi kami berulang kali dipanggil dan bagi kami pertanyaannya enggak substantif dan mengarah pada seolah-olah kami ini tersangka dan kami nggak paham sama sekali," kata Dahnil di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Dalam pemeriksaan kali ini, Dahnil dikonfrontir dengan saksi lain yakni, Wakil Ketua BPN Nanik S Deyang dan Presiden KSPI Said Iqbal. Mereka mendapatkan 11 pertanyaan dari penyidik.




Dahnil meminta polisi untuk bekerja secara profesional. Menurut dia, jangan sampai polisi menjadi alat politik.

"Jadi saya berulang kali menyebutkan ini cara-cara begini dihentikan dan saya ingin tentu polisi bekerja secara profesional. Itu yang berulang kali saya sebutkan," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan pengacara Dahnil, Hendarsam Marantoko. Dia menyebut pertanyaan penyidik itu sangat tendensius.

"Ada beberapa pernyataan yang membuat klien kami kurang nyaman sebenarnya. Terkait dengan pertanyaan-pertanyaan tendensius. Ini harusnya dari sudut pandang kami melihatnya pertanyaan saksi cuman rasa tersangka. Nah ini yang menurut kami kurang tepat sehingga akhirnya klien kami mengkonfirmasi kepada kami, apakah hal tersebut dibenarkan atau tidak. Saya melihat secara norma itu harusnya tidak seperti itu," paparnya.





Hendarsam menilai polisi harusnya menjadikan keterangan para saksi untuk mencari unsur pidana yang akan disangkakan kepada Ratna. Menurutnya polisi harus duduk di atas norma hukum.

"Cuma ada beberapa catatan kami, yang dinilai oleh para saksi yang ada ini, bikin tidak pas. Jadi bahwa pemeriksaan konfrontir, BAP yang dilakukan hari ini dan sebelumnya. Ini adalah untuk menggali fakta-fajta terkait dengan unsur-unsur yang akan dikenakan ke Bu Ratna Sarumpaet. Jadi ini konsumsi keterangan dari saksi di sini, untuk status tersangka hu Ratna Sarumpaet," paparnya.
(knv/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed