detikNews
Jumat 26 Oktober 2018, 19:58 WIB

Dahnil-Nanik-Said Dikonfrontir karena Beda Keterangan Soal Foto Ratna

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Dahnil-Nanik-Said Dikonfrontir karena Beda Keterangan Soal Foto Ratna Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (Foto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)
Jakarta - Polisi mengungkap alasan dikonfrontirnya Dahnil Anzar Simanjuntak, Nanik S Deyang, dan Said Iqbal dalam kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Polisi menyebut ketiga saksi itu memberikan keterangan berbeda terkait foto lebam Ratna yang sempat viral.

"Tentunya ada tiga yang kita lakukan konfrontir jadi ada beberapa keterangan misalnya seperti tentang foto yang beredar. Jadi di sana akan kita pertanyakan. Artinya satu per satu kita pertanyakan, jadi seperti apa perbedaan-perbedaan itu dan itu dituangkan dalam BAP," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (26/10/2018).


Argo mengatakan pemeriksaan ketiga saksi itu sudah selesai. Mereka dicecar 10 pertanyaan oleh penyidik.

"Yang bersangkutan bersamaan datang sekitar jam 3 kemudian dilakukan pemeriksaan sampai saat ini ada 10 pertanyaan yang diberikan penyidik. Dan tentunya 10 pertanyaan sudah dijawab semua oleh ketiganya dan saat ini sudah selesai pemeriksaannya tinggal merapikan dan tinggal print kemudian ditanyakan kembali apakah ada keterangan-keterangan yang tidak sesuai akan diperbaiki, ada kesalahan-kesalahan kata," ujar Argo.

Argo menambahkan konfrontasi dilakukan terhadap ketiga saksi tanpa kehadiran Ratna. Penyidik, menurut Argo, mempunyai pertimbangan tersendiri sehingga akhirnya Ratna jadi dikonfrontasi.

"Pertimbangan penyidik cuma tiga saksi yang kita konfrontir," tuturnya.


Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka penyebaran berita bohong alias hoax untuk membuat keonaran. Ratna disangkakan dengan UU Peraturan Hukum Pidana dan UU ITE.

Ratna menjadi tersangka setelah polisi menerima laporan soal hoax penganiayaan. Ratna memang mengakui kebohongannya setelah polisi membeberkan fakta-fakta penelusuran isu penganiayaan.
(knv/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed