Pembantu Sutradarai Pembunuhan WN Jerman
Selasa, 23 Agu 2005 12:42 WIB
Jakarta - Bak sutradara, Slamet Untung (24) memutar otak menyusun skenario untuk menghabisi nyawa sang majikan. Dia pun sempat berakting menjadi korban kekerasan pelaku pembunuhan. Skenario pembunuhan sadis ini dikarang Untung untuk mengakhiri kesulitan ekonomi yang menghimpitnya. Apesnya, skenario ini tak dapat mengalihkan rasa kecurigaan aparat kepolisian atas pembunuhan warga negara Jerman, Helmut Klien (62) pada 22 Agustus 2005."Dia menunjukkan bukti pemukulan di tengkuknya. Namun berdasarkan keterangannya, polisi merasa curiga dan terus mendesak sampai akhirnya Untung mengaku (pembunuhan) itu perbuatannya bersama kawannya," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Tjiptono.Hal ini disampaikan dia di kantornya, Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (23/8/2005).Kasus kriminal itu berawal saat kedua kawan Untung masuk ke rumah Helmut di Jalan Bangka II D/5, RT 018/RW 03, Kelurahan Pela, Mampang, Jakarta Selatan. Mereka berpura-pura mengancam Untung dengan sebilah pisau dan menempelkannya di leher.Dalam skenario itu, Untung dipaksa menunjukkan keberadaan pemilik rumah. Begitu bertemu dengan pemilik rumah, Helmut pun langsung diikat. Karena melawan, ekspatriat itu pun dada kirinya ditikam dengan menggunakan sebilah pisau.Untuk memastikan kondisi korban tidak berdaya, pelaku menghantam korban dengan benda tumpul. Pelaku lantas menjarah barang elektronik dan perhiasan korban berupa handycam, laptop, 2 handphone, jam tangan Rolex dan sejumlah uang yang belum disebutkan nominalnya.Akibat perbuatannya, trio sekawan itu pun kini menginap di Polsek Metro Mampang, Jakarta Selatan.
(aan/)











































