Contohnya, beredar foto viral pria berkaus biru dengan wajah lebam. Pria itu disebut sebagai penculik anak, padahal faktanya adalah pencuri HP di Babakan Madang, Bogor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ada pula kejadian di Cipinang Muara, Jakarta Timur. Beredar video CCTV seorang pria diduga penculik siswi SMP. Namun, polisi menyebut itu bukanlah penculikan melainkan penipuan bermodus pinjam HP.
Di Bintaro, seorang perempuan diamankan karena diduga mencoba menculik anak-anak. Polisi lalu melakukan assessment dan perempuan itu ternyata mengalami gangguan jiwa.
Terkait maraknya kabar penculikan anak, polisi mengimbau warga selalu waspada. Namun, warga juga diminta tidak menyebarkan kabar hoax atau kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Terkait berita hoax penculikan, namanya juga berita hoax, berita tidak benar yang disebarluaskan. Kita masyarakat jangan cepat percaya, harus mengklarifikasi, harus pandai harus cerdas dari mana sumber info itu," kata Kabagpenum Polri, Kombes Syahar Diantono saat dihubungi, Kamis (25/10/2018).
Kombes Syahar mengajak masyarakat melakukan verifikasi sebelum ikut menyebarkan kabar seperti itu. Tapi, waspada juga perlu. Jika melihat gerak-gerik orang mencurigakan, warga diminta melapor ke polisi.
"Jangan cepat resah dan bereaksi berlebihan dan ikut sebarluaskan. Nanti malah kita terlibat berita hoax itu. Tetapi masyarakat juga harus tetap waspada dimana pun, dalam keadaan apapun semisal saat membawa anak-anak yang usianya masih di bawah umur. Manakala ada orang tak dikenal dengan gerak gerik mencurigakan, segera laporkan ke kepolisian terdekat," ungkapnya. (imk/fjp)











































