Tsamara: Wajar Cucu Bung Hatta Marah Kakeknya Disamakan Sandiaga

Tsamara: Wajar Cucu Bung Hatta Marah Kakeknya Disamakan Sandiaga

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Kamis, 25 Okt 2018 18:44 WIB
Tsamara Amany dari PSI (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Gustika Jusuf Hatta, cucu Mohammad Hatta, protes keras kakeknya disamakan dengan calon wakil presiden Sandiaga Uno oleh kubu Prabowo-Sandi. Ketua DPP PSI Tsamara Amany menyebut kemarahan Gustika amat wajar.

"Wajar kemarahan cucu Bung Hatta tersebut. Saya sudah baca tweet-tweet Gustika. Dia adalah anak muda yang pintar. Dan tentu saja tidak suka ketika kakeknya diafiliasikan dengan sosok yang sama sekali tidak mencerminkan kepribadian Bung Hatta. Apalagi sampai dikatakan ini Bung Hatta baru," kata Tsamara, Kamis (25/10/2018).

Tsamara punya pertanyaan kepada Dahnil Anzar Simanjuntak yang menyamakan Sandiaga dengan Bung Hatta. Intinya, Tsamara menyesalkan sikap Dahnil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Pertanyaannya, seberapa banyak Pak Sandi mengenal Bung Hatta dan pemikiran-pemikiran Bung Hatta? Sudahkah membaca Bung Hatta? Kok Bang Dahnil mudah sekali menyatakan bahwa Pak Sandi ini Bung Hatta baru. Alasannya apa? Kan tidak ada," jelas Tsamara.

Tsamara mengapresiasi protes Gustika soal Sandi. Di satu sisi, dia meminta Dahnil yang juga koordinator jubir Prabowo-Sandi untuk berkaca.

"Saya apresiasi sikap Gustika. Anak muda yang berani bersuara ketika ia melihat ketidakbenaran. Salut untuknya. Semoga Bang Dahnil introspeksi. Jangan mudah menyamakan tokoh bangsa kita apalagi Bung Hatta dan Pak Sandi," jelasnya.


Protes Gustika itu berkaitan dengan video unggahan di internet yang berisi pernyataan dari Dahnil.
Video itu sendiri diunggah di akun Twitter Faldo Maldini. Dia membandingkan Prabowo dengan Sukarno dan Jenderal Soedirman serta Sandiaga dengan Mohammad Hatta.

"Kalau bagi saya nih mereka seperti, apa seperti, bagian baru dari model Bung Karno dan Bung Hatta. Pak Prabowo itu seperti kombinasi Bung Karno dan Jenderal Soedirman, sedangkan Bang Sandi itu adalah bagian baru dari Bung Hatta," kata Dahnil.

"Itulah kenapa mereka berdua pantas jadi presiden dan wakil presiden," lanjutnya. (gbr/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads