ADVERTISEMENT

Menlu Retno dan Susi Pudjiastuti akan Pimpin Konferensi Laut Dunia

Nur Azizah Rizki - detikNews
Kamis, 25 Okt 2018 18:29 WIB
Menteri KKP Susi Pudjiastuti di kanan dan Menlu Retno Marsudi di tengah. (Selfie Miftahul Jannah/detikcom)
Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan memimpin pertemuan Our Ocean Conference (OOC) di Bali pada 29-30 Oktober 2018. Pertemuan tersebut akan diikuti banyak pemangku kepentingan dan akan dihadiri ratusan delegasi dari negara sahabat hingga perwakilan lembaga nonpemerintah.

"Bahwa ini sifatnya multi-stakeholder. Ada beberapa komponen, yaitu negara, ada sekitar 70 negara, dan 7 di antaranya di tingkat kepala negara. Kemudian ada sekitar 30 lebih menteri dan ada juga senior officials. Selain itu, ada sekitar 38 organisasi internasional, 290-an NGO, dan private sectors yang akan berpartisipasi di OOC ini," kata Direktur Pembangunan, Ekonomi, dan Lingkungan Hidup Kemlu, Muhsin Syihab, di Ruang Palapa Kemlu, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2018).


Indonesia menjadi tuan rumah OOC yang ke-5 tahun ini dan mengambil tema 'Our Ocean, Our Legacy'. Menurut Muhsin, OOC ini memiliki arti penting tersendiri bagi Indonesia.

"Arti penting OOC sendiri bagi Indonesia, yang pertama, ini menunjukkan leadership kita di isu-isu kelautan. Kita tahu bahwa kita punya kawasan laut yang cukup luas dan kita tahu juga bahwa presiden kita mempunyai visi poros maritim dunia, sehingga ketuanrumahan ini sebetulnya menegaskan visi dan leadership Indonesia untuk isu-isu kelautan. Dan ini juga akan menjadi upaya Indonesia untuk mensinergikan leadership di forum-forum lainnya," ujar Muhsin.

OOC ini, dijelaskan Muhsin, merupakan sebuah media bagi seluruh pemangku kepentingan itu untuk menyampaikan komitmen yang nyata, terukur, dan dapat dilaksanakan. Komitmen itu bisa berupa area perlindungan kelautan, pengurangan sampah plastik di laut, atau upaya-upaya meningkatkan perikanan yang berkelanjutan.


"Jadi ada 6 varies of cooperation, yaitu marine polution, marine protective areas, sustainable fisheries, climate related impact study ocean, sustainable blue economy, dan maritime security. Nah, yang terkait dengan 6 areas of cooperation itu nanti, baik negara, NGO's, maupun private sectors, akan menyampaikan komitmennya, mereka akan melaksanakan, dan nantinya targetnya seperti apa, sampai jangka waktu tertentu," jelas Muhsin, menggunakan bahasa Indonesia bercampur istilah bahasa Inggris.

OOC akan dilaksanakan dalam tiga bagian kegiatan, yaitu pra-acara, acara utama, dan pasca-acara. Pra-acara atau pre-event akan dilaksanakan mulai besok dan diisi dengan pertemuan antar-host OOC, yaitu Amerika Serikat, Chile, Uni Eropa, Norwegia, dan Palau. Indonesia akan memimpin pertemuan tersebut.

"Dalam pertemuan itu akan dibahas khusus prakarsa Indonesia untuk menciptakan review mechanism terhadap komitmen-komitmen yang telah dibuat. Sejauh ini sudah ada lebih dari 600 komitmen yang sudah dibuat oleh para stakeholder, di antaranya 160 dianggap sudah dicapai," tutur Muhsin.


"Oleh karena itu, Indonesia berpandangan perlu dibentuk sebuah established review mechanism yang acceptable pada semuanya dan parameter jelas, sehingga keberhasilannya tidak hanya self-proclaming (klaim sepihak) dari stakeholders yang melakukan, tetapi semuanya jelas," lanjutnya.

Total semua kegiatan yang akan dilaksanakan dalam OOC ini sejumlah 102 kegiatan yang meliputi pra-acara, acara utama, dan pasca-acara. Pertemuan ini akan dihadiri sekitar 1.900 peserta, dari tingkat menteri hingga kepala negara. (dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT