Busana Batik Warnai Sidang Paripurna DPD dengan Presiden
Selasa, 23 Agu 2005 11:39 WIB
Jakarta - Selain menghadirkan kelompok musik orkestra pimpinan Addie MS, sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tampak meriah dengan busana batik beragam corak dan warna yang dikenakan hampir seluruh anggota DPD.Tentu saja pemandangan ini berbeda dengan sidang-sidang yang biasa digelar di Gedung Nusantara DPR/MPR selama ini yang kerap diwarnai dengan busana jas, baik saat sidang MPR maupun DPR. Apakah anggota DPD sudah janjian tampil beda dengan busana batik?"Memang sidang kali ini anggota DPD diwajibkan memakai pakaian batik dengan corak bervariasi dan karakter daerah. Dengan pakaian batik, selain nyaman, juga sesuai imbauan presiden untuk menghemat energi," kata Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita dalam pidato pengantarnya di Gedung Nusantara DPR/MPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (23/8/2005).Hanya saja, alasan Ginandjar bahwa tujuan mengenakan batik untuk hemat energi sepertinya tidak mengena. Sebab AC yang menyala terasa sangat dingin. Suhu mesin yang menyemburkan hawa dingin itu tidak dinaikkan. Lampu-lampu di dalam gedung juga tetap berpendar terang.Sidang paripurna dimulai tepat pukul 10.0 WIB. Presiden SBY datang hampir bersaman dengan Wapres M Jusuf Kalla, didampingi istri masing-masing. Jika dibandingkan dengan sidang paripurna DPR pada 16 Agustus lalu, sidang kali ini tampak lebih sepi. Baik yang duduk di jajaran kursi anggota DPD, jajaran menteri, pimpinan lembaga tinggi negara dan duta besar negara sahabat. Toh, meski lebih sedikit, sidang kali ini tetap lain dari yang lain. Bedanya ya itu tadi, ada suguhan kelompok musik orkestra Addie MS dan busana serba batik.
(jon/)











































