DetikNews
Kamis 25 Oktober 2018, 12:11 WIB

Ada 'Thor' dan 'Naruto' Ikut Pengajian di Surabaya, Begini Ceritanya

Indah Mutiara Kami - detikNews
Ada Thor dan Naruto Ikut Pengajian di Surabaya, Begini Ceritanya Superhero ikut pengajian di Surabaya (Facebook Superhero Beramal)
Jakarta - Ada yang tidak biasa dari pengajian di Gunung Anyar, Surabaya. Thor, Naruto, dan Kesatria Baja Hitam ikut mengaji. Bagaimana ceritanya?

Tentu saja, peserta pengajian itu bukan superhero betulan. Mereka adalah anak-anak cosplay alias costume player yang tergabung di komunitas Superhero Beramal dan mengadakan pengajian di Masjid Nurul Hayat, Gunung Anyar, Surabaya.

Kajian itu berlangsung pada Minggu (21/10) lalu. Founder Komunitas Superhero Beramal, Fajar Riyadi, mengatakan ada sekitar 100 jemaah yang hadir, dari remaja hingga mahasiswa. Ada pula orang tua yang mengajak anak-anaknya.



Mereka mengajak Ustaz Marzuki Imron, yang kerap dikenal dengan nama 'Ustaz Naruto'. Komunitas juga berdiskusi dengan Ustaz Marzuki Imron soal konsep pengajian itu.

"Di Surabaya, Ustaz Naruto sudah cukup populer. Dia kerap buat kajian buat remaja, suka pakai jaket Naruto padahal nggak bahas Naruto-nya," kata Fajar saat berbincang, Kamis (25/10/2018).

Ada 'Thor' dan 'Naruto' Ikut Pengajian di Surabaya, Begini Ceritanya'Ustaz Naruto' saat pengajian di Surabaya. (Facebook Superhero Beramal)


Panitia sendiri memakai kostum. Ustaz Marzuki Imron memakai jaket Naruto, MC memakai kostum Thor lengkap dengan palunya, dan ada pula panitia yang memakai kostum Kesatria Baja Hitam. Beberapa jemaah juga ada yang memakai kaus bertema anime.

Kajian sendiri mengambil tema 'Wis Wayahe Henshin' atau 'Sudah Saatnya Berubah'. Tema itu selaras dengan kostum superhero yang mereka pakai.

"Tema kajiannya tentang hijrah, perubahan jadi yang lebih baik. Seperti superhero kan berubah dari orang biasa jadi super, kalau kita bagaimana dari orang biasa jadi orang yang lebih baik lagi," ucapnya.



Fajar mengatakan kajian itu mendapat respons positif, baik dari jemaah maupun di media sosial. Reaksi mayoritas positif, meskipun ada juga yang kontra.

"Respons baik, mereka nggak nyangka acaranya seseru itu. Kami kemas biar nggak bosenin. Respons di FB dan IG, ada puluhan ribu like, semuanya positif. Mungkin 1 persen ada yang kontra, tapi kami terima masukannya," ujar Fajar.
(imk/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed