PPP Sebut Hoax Bisa Timbulkan Sikap Saling Tak Percaya

PPP Sebut Hoax Bisa Timbulkan Sikap Saling Tak Percaya

Moch Prima Fauzi - detikNews
Rabu, 24 Okt 2018 17:32 WIB
Foto: dok. Pribadi
Foto: dok. Pribadi
Jakarta - Wakil Ketua Umum PPP, M. Arwani Thomafi menyebut saat ini berita bohong atau hoax bertebaran di mana-mana, khususnya di media sosial. Arwani melihat hoax saat ini berpotensi sengaja diciptakan dan disebarkan untuk kepentingan politik.

Ia mencontohkan di Amerika Serikat, Donald Trump sengaja menyebarkan hoax untuk menarik simpati dan dukungan. Saking banyaknya hoax yang dibuat Trump pada saat Pemilu, New York Time sempat membuat tim khusus untuk menilai apakah data yang disampaikan Trump hoax atau bukan.


"Cara yang sama juga berpotensi dilakukan di Indonesia. Ada yang sengaja membuat berita hoax dan memolesnya sehingga dianggap sebuah kebenaran," ujar Arwani saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk 'Bahaya Hoax di Tahun Politik' yang digelar di Fraksi PPP di Gedung DPR RI, Rabu (24/10/2018).

Fenomena ini ini menurutnya terjadi karena banyak pihak yang berlomba-lomba membuat fakta semu.

"Fakta semu itu kemudian diperjuangkan, sehingga mereka orang pun banyak yang menganggapnya sebagai sebuah kebenaran. Sementara kebenaran yang sesungguhnya ditenggelamkan," kata Arwani

Ia menyebut saat ini adalah era post truth, dimana sebuah kebenaran kadang mudah diciptakan melalui berita yang disampaikan secara massif dan terus menerus. Padahal berita itu sebenarnya adalah palsu, namun masyarakat terlanjur mempercayainya karena selalu diberitakan.


Para post truth ini, orang menganggap hanya diri dan kelompok mereka yang benar, sementara yang lain salah. Untuk mendukung kebenaran versi mereka itu, diciptakanlah berita palsu untuk mendukungnya.

"Fenonema ini bisa membuat terjadinya distrust atau saling tidak percaya antara satu dan yang lainnya. Kemudian berlanjut dengan hilangnya tenggang rasa. Dan bisa berujung pada distrust kepada aparat pemerintah, termasuk pada penyelenggara Pemilu dalam kontek tahun politik ini," jelas anggota Komisi I DPR RI ini.


Saksikan juga video 'Karena Hoax Ratna, Jokowi Dapat Dukungan dari Swing Voters':

[Gambas:Video 20detik]

(ega/mul)