Tempe Diekspor ke Korsel, Menristek: Yang Tebal, Bukan Setipis ATM

Niken Purnamasari - detikNews
Rabu, 24 Okt 2018 16:59 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir (Edzan Raharjo/detikcom)
Jakarta - Menristekdikti, Mohamad Nasir mengapresiasi ekspor tempe yang dilakukan Technology Business Incubation Center (TBIC) Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) ke Korea Selatan. Kata Nasir, tempe yang diekspor tidak setipis ATM.

Nasir menjelaskan, tempe yang diekspor ke Korea Selatan bisa tahan hingga satu bulan. Tempe didistribusikan per pekan dengan kapasitas dua kontainer.

"Tempe di TBIC Puspiptek pendampingan di sana. Teknologi berbasis inkubasi center di Puspitek. Jual ekspor ke Korea. Kapasitasnya per minggu dua kontainer," kata Nasir usai paparan 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Kemensetneg, Jakarta, Rabu (24/10/2018).


Soal ukuran tempe, Nasir sempat menyinggung 'tempe setipis ATM' yang disebut oleh cawapres Sandiaga Uno beberapa waktu lalu. Nasir menjelaskan tempe yang diekspor ke Korea Selatan berukuran tebal.

"Oh tempenya tebal bukan tempe tipis. Tempe tebal, Bukan tempe ATM, tapi tempe bener," kata Nasir.


Ekspor tempe ke Korea Selatan oleh TBIC sudah dilakukan sejak 28 Februari 2018 lalu. Dalam sebulan, ada 75 ribu yang diekspor ke Negeri Ginseng tersebut.


Saksikan juga video 'Tempe Tak Lagi Setipis ATM, Kata Sandi Kini Setebal HP Jadul':

[Gambas:Video 20detik]

(nkn/dnu)