Survei Populi: Jokowi-Amin 56,3%, Prabowo-Sandi 30,9%

Survei Populi: Jokowi-Amin 56,3%, Prabowo-Sandi 30,9%

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 24 Okt 2018 16:04 WIB
Survei Populi: Jokowi-Amin 56,3%, Prabowo-Sandi 30,9%
Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Populi Center turut melakukan survei elektabilitas capres-cawapres. Hasilnya, elektabilitas Prabowo-Sandiaga Uno masih jauh tertinggal dari Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Untuk pertanyaan tertutup mengenai elektabilitas 2 paslon, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan angka elektabilitas sebesar 56,3 persen. Angka ini cenderung stagnan karena masih dalam rentang margin of error. Sementara itu, angka Prabowo-Sandiaga adalah 30,9 persen untuk bulan Oktober 2018. Elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga stagnan di angka 30 persen," demikian kesimpulan survei Populi Center yang diterima detikcom, Rabu (24/10/2018).

Survei ini dilakukan pada periode 23 September-1 Oktober 2018. Survei menggunakan 1.470 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error di kisaran 2,53% pada tingkat kepercayaan 95%.


Jokowi dan Prabowo punya pemilih loyal yang cukup baik. Jumlah pemilih mengambang pun mulai menurun mendekati pilpres.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jumlah masyarakat yang telah mantap dengan pilihannya sedikit meningkat dari 72,6 persen di bulan Agustus menjadi 75,2 persen. Di sisi yang lain, jumlah pemilih yang masih mungkin berubah pilihannya juga menurun dari 13,4 persen menjadi 12,1 persen," begitu kesimpulan survei ini.

Survei ini juga melihat alasan pemilih menentukan pilihan di Pilpres 2019, hasilnya sebagai berikut:

Suka figur presiden: 45,9%
Kompetensi bidang ekonomi: 15,4%
Suka figur wakil presiden: 6,4%
Dekat dengan ulama: 5,9%
Mampu menciptakan stabilitas politik: 4,9%
Suka parpol pengusung: 2,7%
Lainnya: 6,8%

Berdasarkan survei ini, terlihat m
ayoritas masyarakat menyatakan alasan utama dalam memilih pasangan capres dan cawapres adalah menyukai figur presiden (45,9 persen). Sedangkan 15,4 persen memilih karena capres dan cawapres yang dipilih diyakini mampu menyelesaikan masalah ekonomi.

(van/tor)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads