DetikNews
Rabu 24 Oktober 2018, 11:42 WIB

Kemendes Paparkan Capaian Dana Desa di Forum APO

Moch Prima Fauzi - detikNews
Kemendes Paparkan Capaian Dana Desa di Forum APO Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi/ Foto: Dok Kemendes
Jakarta - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrai (Kemendes PDTT) memaparkan hasil yang diperoleh dari penyaluran dana desa selama kurang lebih empat tahun terakhir. Pencapaian dana desa diungkap oleh Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi di Forum Asian Productivity Organizaton (APO).

"Dalam kurun waktu tiga setengah tahun terakhir, Indonesia menerapkan kebijakan dana desa yang diguyurkan langsung ke desa. Desa mendapatkan dana desa sebesar Rp 1 miliar per desa, dan mereka diberikan kewenangan penuh untuk menggunakan dana tersebut sesuai dengan prioritas dan kebutuhan desa," ungkap Anwar dalam keterangan tertulis, Rabu (24/10/2018).


Dalam acara Workshop on Innovative Rural Community Development Models di Yogyakarta (23/10), dia menjelaskan Kemendes PDTT mencatat manfaat dari dana desa untuk infrastruktur sebagai penunjang aktivitas ekonomi masyarakat telah dibangun sekitar 158.169 kilometer jalan desa, 1.028.225 meter jembatan, 7.421 unit pasar desa, 35.145 unit kegiatan BUMDes, 4.711 unit tambatan perahu, 3.026 unit embung desa, 39.656 unit irigasi, dan 11.399 unit sarana olahraga desa.

Selain itu, dana desa juga memberi manfaat dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan membangun 179.625 unit penahan tanah, 942.927 unit air bersih, 178.034 unit MCK, 8.028 unit Polindes, 39.920.120 meter drainase, 48.694 unit PAUD, 18.477 unit posyandu, dan pembangunan sumur sebanyak 37.662 unit.

Anwar melanjutkan, untuk pertama kali sejak 1998 Indonesia juga mengalami angka penurunan kemiskinan menjadi satu digit. Ia mengutip Data Badan Pusat Statistik (BPS), per Maret 2018, yang menunjukkan persentase angka kemiskinan Indonesia yaitu 9,82 persen (25,95 juta jiwa).

Meski begitu dalam paparannya berjudul "Overview on the Rural Development Policy of Republic of Indonesia, Challenge & Strategy" ia mengakui ada tantangan tersendiri yang harus dihadapi Indonesia terkait pembangunan.

"Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar nomor empat setelah China, India, dan Amerika, tersebar di 17.100 pulau dengan 714 etnis yang berbeda dan memiliki lebih dari 1.000 bahasa dengan dialek yang berbeda, ini menjadi tantangan," ungkap Anwar Sanusi.

Tantangan lain yang dihadapi, lanjut Anwar, adalah kemiskinan. Indonesia memiliki 74.957 desa dengan 82% penduduknya berada di sektor agrikultur atau pertanian.

"Ini adalah tantangan tersendiri bagaimana Indonesia harus membangun bangsanya keluar dari kemiskinan. Namun jika kita mampu membangun pertanian, maka kita lakan dapat memecahkan permasalahan tersebut," katanya.

Untuk diketahui, workshop on Innovative Rural Community Development Models ini merupakan ajang sharing pengalaman di antara Negara-negara anggota APO dalam melaksanakan pembangunan desa di negara masing-masing. APO merupakan organisasi kerja sama multilateral yang bergerak dalam bidang program peningkatan produktivitas.

Indonesia bergabung menjadi anggota APO sejak tahun 1968. Saat ini ada 20 negara anggota APO di antaranya Indonesia, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Bangladesh, Kamboja, China, Fiji, Hong Kong, India, Iran, Jepang, Korea, Laos, Malaysia, Mongolia, Nepal, Thailand dan Vietnam.


Dalam sesi sharing sehari sebelumnya hadir juga direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Amarta Agus Setianta. Dalam paparannya di hadapan 14 negara peserta yang hadir, Agus memaparkan keberhasilan BUMDes Amarta dalam mengelola sampah.

"Sampah yang dulunya adalah masalah, kini menjadi berkah berkat pengelolaan BUMDes. Sampah dapat memberikan penghasilan tambahan bagi warga dengan pengelolaan yang benar," katanya.

Selain melakukan sharing kegiatan dan pengalaman dari negara masing-masing, peserta workshop di akhir kegiatan juga akan diajak untuk mengunjungi BUMDes Ponggok yang telah berhasil membangun desanya dalam membuat satu destinasi pariwisata di Klaten, Jawa Tengah.

Untuk mengetahui informasi lainnya dari Kemendes PDTT baca di sini.


Simak Juga 'Pembangunan Desa Terbanyak Raih Rekor MURI':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/mul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed