DetikNews
Rabu 24 Oktober 2018, 10:51 WIB

HNW Heran Pengurus PKS Banyumas Mundur karena Pakta Integritas

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
HNW Heran Pengurus PKS Banyumas Mundur karena Pakta Integritas Hidayat Nur Wahid (Tsarina Maharani/detikcom)
FOKUS BERITA: PKS 'Rontok'
Jakarta - Total 80 pengurus dan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Banyumas mengundurkan diri karena enggan meneken pernyataan loyalitas kepada partai. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengaku heran atas sikap menolak menandatangani pakta integritas tersebut.

"Secara prinsip pakta integritas sangat biasa dilakukan organisasi apa pun. Menjadi aneh kalau hanya menandatangani pakta integritas saja tidak mau," ujar Hidayat atau HNW di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

HNW menegaskan PKS merupakan partai berbasis kader. Dia, sekali lagi, mempertanyakan sikap pengurus DPW yang mundur dari partai itu.

"PKS partai kader, bukan partai kader saja memenuhi pakta integritas dan ditandatangani, kalau partai kader kemudian tidak mau kadernya menandatangani pakta integritas itu apa namanya?" tegas HNW.

Pengurus PKS Banyumas melepas baju kebesaran PKS.Pengurus PKS Banyumas melepas baju kebesaran PKS. (Arbi Anugrah/detikcom)

HNW menghormati sikap pengurus yang memilih mundur tersebut. Dia menegaskan PKS tak bisa memaksa para pengurus yang telah bersikap demikian.

"Kalau itu pilihan mereka ya sudah itu pilihan mereka. Tapi PKS akan tetap melanjutkan dan yang menandatangani pakta integritas tetaplah mayoritas mutlak di partai ini karena sekali lagi ini partai dengan khasnya, kekaderannya. Semua upaya sudah dilakukan dan kemudian silakan anggota untuk membuat keputusannya," ucap HNW.

"Kalau keputusan mundur, kami tak punya kewenangan memaksa mereka tidak mundur. Kalau mereka mundur, ya konsekuen juga dengan pilihan mereka," imbuh dia.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu menegaskan partai solid meski beberapa pengurus mundur. Dia menyadari banyak pengurus di daerah selain Banyumas yang juga memilih mundur.

"Nggak. Sama sekali tidak mengganggu (soliditas). Justru saya baru datang dari berbagai tempat dan mereka makin tersemangati untuk semakin solid. Di Binjai, di Bali, dan tempat lain tetapi tempat lain itu justru kita semakin solid," ucapnya.

Ketua Majelis Pertimbangan Daerah PKS Kabupaten Banyumas Machfulyono mengatakan pengunduran diri itu berawal dari kegiatan Educational Leadership Training PKS pada 6 Oktober lalu di Purwokerto.

Saat itu, seluruh pengurus dan kader diminta menandatangani pakta integritas hitam di atas putih yang berisi pernyataan loyalitas kepada partai. Padahal hak tersebut sangat jarang terjadi dalam partai. Padahal, tuturnya, penandatanganan pakta integritas sangat jarang terjadi dalam partainya.

"Kita harus tandatangan di atas meterai bagi yang loyal. Bagi yang tidak mau tandatangan otomatis mungkin dikatakan tidak loyal," kata Machfulyono.
(gbr/tor)
FOKUS BERITA: PKS 'Rontok'
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed