DetikNews
Rabu 24 Oktober 2018, 08:20 WIB

Budiman Sudjatmiko: Politik Sontoloyo Itu Memecah demi Berkuasa

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Budiman Sudjatmiko: Politik Sontoloyo Itu Memecah demi Berkuasa Budiman Sudjatmiko (Hasan Alhabsy/detikcom)
Jakarta - Presiden Jokowi, yang juga capres nomor urut 01, mengatakan banyak yang melakukan 'politik sontoloyo'. Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Budiman Sudjatmiko, menerjemahkan makna politik sontoloyo yang dimaksud capresnya itu.

"Mengorbankan kewarasan, yang jelas politik jangka pendek, politik pecah belah hanya untuk kekuasaan, mengorbankan kesatuan, menggedekan masalah kecil tapi mengabaikan hal besar," kata Budiman saat berbincang dengan detikcom, Selasa malam (23/10/2018).



Menurut Budiman, yang dirugikan dalam 'politik sontoloyo' bukanlah Jokowi, melainkan justru seluruh masyarakat.

"Kalau pecah belah berhasil yang rugi bukan Pak Jokowi, tapi bangsa. Mengorbankan kewarasan bangsa, keutuhan bangsa itu kemudian rusak hanya karena kebencian, emosi sesaat yang bisa membakar banyak hal yang berkaitan dengan bermasyarakat dan bernegara itulah masalahnya," kata Budiman.

Pernyataan Jokowi itu disampaikan kemarin saat membagikan 5.000 sertifikat tanah untuk warga DKI Jakarta yang juga dihadiri Gubernur Anies Baswedan di Kebayoran Lama, Jaksel. Jokowi menyampaikan hal itu dalam kapasitas sebagai Presiden RI, bukan capres.



"Hati-hati, banyak politik yang baik-baik, tapi juga banyak sekali politik yang sontoloyo. Ini saya ngomong apa adanya saja sehingga mari kita saring, kita filter, mana yang betul dan mana yang tidak betul. Karena masyarakat saat ini semakin matang dalam berpolitik," kata Jokowi.
(bag/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed