"Secara psikologis itu penghormatan untuk konsumen ya, saya kira konsumen suka dihormati. Tapi yang terpenting bagi konsumen adalah manajemen kereta api itu, terus meningkatkan pelayanan dari sisi kecepatan waktu, infrastruktur dan kualitas pelayanan yang lainnya baik di kabin, kereta, stasiun maupun selama di dalam perjalanan," kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, Selasa malam (23/10/2018).
Baca Juga: Gestur Menunduk Pegawai KAI Jadi Pro-Kontra karena Pengaruh Budaya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senior Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Edy Kuswoyo, mengatakan gestur itu awalnya memang diterapkan di Daop 1. Sejak masa angkutan Lebaran 2018, kebiasaan itu lalu diterapkan di wilayah lain.
"Itu sebuah bentuk penghormatan dan terima kasih dari PT KAI kepada pengguna jasa kereta api," kata Edy saat dihubungi, Senin (22/10).
"Kalau dianggap perbudakan, nggak setara, nggak benar seperti itu," tambahnya.
Baca Juga: Awal Mula Gestur Menunduk Pegawai PT KAI Saat Kereta Berangkat
Edy menegaskan kebiasaan itu tidak hanya dilakukan porter. Direksi, komisaris, hingga dirinya juga melakukan gestur penghormatan itu.
"Semua pegawai, kepala daop, komisaris, direksi memberikan penghormatan kepada penumpang. Bukan hanya porter saja," ucap Edy.
Simak Juga 'Puja-puji Penumpang untuk Kenyamanan Kereta Api':
(fdu/bag)











































