DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 22:56 WIB

Laporan Dari Moskow

Ketua DPD Ingin Rusia Realisasikan Kemudahan Visa bagi WNI

Elza Astari Retaduari - detikNews
Ketua DPD Ingin Rusia Realisasikan Kemudahan Visa bagi WNI Delegasi DPD RI memenuhi undangan Dewan Federasi Rusia. (Elza Astari Retaduari/detikcom)
Moskow - Ketua DPD Oesman Sapta Odang bersama rombongan DPD memenuhi undangan ke Rusia. OSO mendorong kemudahan bagi WNI yang hendak datang ke Rusia dalam hal pembuatan visa.

Hal tersebut disampaikan OSO ketika diterima oleh Dewan Federasi Rusia di Moskow, Selasa (23/10/2018). Dia berharap agar Rusia bisa segera merealisasikan rencana dimudahkannya pembuatan visa bagi WNI.

"Sejak 2015, Indonesia sudah memberikan fasilitas bebas visa kunjungan untuk wisatawan dari Rusia, sehingga jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun," ujar OSO saat diterima Dewan Federasi Rusia.

Indonesia memang saat ini telah membebaskan visa bagi warga negara Rusia yang datang ke Indonesia, termasuk wisatawan. OSO berharap Rusia juga memberlakukan hal yang sama.

"DPD RI berharap, dengan adanya pertemuan antara dua, ketua dewan ini, semoga Rusia juga memberikan fasilitas resiprokal kepada wisatawan dari Indonesia agar hubungan people to people di antara kedua bangsa kita akan semakin meningkat dan diperluas," kata Ketum Hanura itu.





Tak hanya itu, OSO juga menyoroti soal beasiswa yang diberikan Rusia kepada mahasiswa Indonesia. Ia berharap agar jumlah beasiswa tersebut dapat ditambah, terutama karena Indonesia juga telah meningkatkan pemberian beasiswa kepada mahasiswa Rusia.

"Ada 50 juta pelajar SMA dan 5 juta mahasiswa di Indonesia, banyak sekali dari mereka ingin datang belajar di sini, khususnya anak-anak yang cerdas tapi kurang mampu secara ekonomi, yang tinggal di daerah-daerah. Saya mau katakan bahwa merekalah yang akan menjadi penerima waris dari hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia," tutur OSO.

OSO menyarankan agar kursus bahasa Rusia dibuka lebih banyak lagi di universitas-universitas di Indonesia, terutama di ibu kota provinsi.

"Ini untuk mengatasi kendala bahasa yang mereka alami, meskipun saya tahu ketika mereka datang akan ada orientasi bahasa selama satu tahun di sini," imbuhnya.

Indonesia, menurut OSO, telah memberikan cukup banyak beasiswa Darmasiswa dan beasiswa Seni Budaya Indonesia kepada warga Rusia. Tak hanya itu, ada juga beasiswa khusus bagi warga muslim Rusia yang ingin memperdalam ilmu agama Islam.



 Delegasi DPD RI memenuhi undangan Dewan Federasi Rusia. Delegasi DPD RI memenuhi undangan Dewan Federasi Rusia. (Elza Astari Retaduari/detikcom)


"Termasuk memperdalam ilmu agama Islam, termasuk ekonomi syariah di perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia, seperti Universitas Islam Negeri Malang, Universitas Islam Negeri Yogyakarta, dan Universitas Islam Negeri Jakarta. Dewan Federasi bisa mendorong warga muslim Rusia untuk mengambil peluang belajar agama ini dan mempererat hubungan dengan warga Indonesia," papar OSO.

Ketua Dewan Federasi Rusia Valentina Matvienko memastikan siap mendorong agar negaranya bisa segera mewujudkan rencana kerja sama soal kemudahan visa bagi WNI. Saat ini pemerintah Indonesia dan Rusia, disebutnya, tengah mematangkan kerja sama tersebut.

"Soal visa bagi WNI yang ingin berkunjung ke Rusia, dapat saya sampaikan bahwa sebuah proyek MoU sedang disusun oleh kementerian kedua negara. Mudah-mudahan dalam waktu cukup dekat ini akan mempercepat proses kepemilikan pengeluaran visa bagi WNI," sebut Valentina.

"Pada 2015, pemerintah Indonesia telah memberikan bebas visa bagi warga Rusia yang berkunjung ke Indonesia, khususnya pada tahun 2017 jumlah warga Rusia yang berkunjung ke Indonesia melebihi 70 ribu orang. Saya harap akan meningkat," imbuhnya.

Soal tambahan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia, Valentina juga berjanji Dewan Federasi Rusia akan membantu mewujudkannya. Ia meyakini kerja sama Indonesia dengan Rusia akan semakin meningkat dengan adanya diplomasi di antara kedua parlemen negara ini.



 Delegasi DPD RI memenuhi undangan Dewan Federasi Rusia. Delegasi DPD RI memenuhi undangan Dewan Federasi Rusia. (Elza Astari Retaduari/detikcom)



"Tadi Bapak Sapta juga menyebut soal kuota mahasiswa Indonesia di Rusia pada saat ini jumlahnya masih 660, kami usahakan untuk meningkatkannya," kata Valentina.

Selain OSO, delegasi RI yang ikut antara lain W akil Ketua DPD RI Nono Sampono, Fahiri Idris, Benny Rhamdani, Delis J Hehi, dan Gedek Pasek Suardika. Kemudian juga ada Aceng Fikri, Abdul Aziz, dan Ayu Koes Indriyah.
(elz/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed