DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 22:07 WIB

Elektabilitas Terdampak Hoax Ratna, Sandi: Kami Kejar Terus

Audrey Santoso - detikNews
Elektabilitas Terdampak Hoax Ratna, Sandi: Kami Kejar Terus Sandiaga Uno (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Jakarta -

Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet berpengaruh negatif terhadap elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menanggapi hal tersebut, Sandiaga menegaskan akan mengatasi ketertinggalan dukungan suara.

"Tentunya itu tambahan data yang kita apresiasi. Tapi survei kami yang baru dirilis kepada tim, karena survei kami internal dan tidak pernah kami publikasikan karena ini bagian daripada strategi, kedudukan kami mengejar," kata Sandiaga di Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2018).

Sandiaga menuturkan hasil survei LSI Denny JA dan survei internalnya berbeda. Namun Sandiaga tidak menjelaskan perbedaan yang dimaksud.






Dia hanya menyinggung hasil survei di Pilgub DKI ketika dirinya dan Anies Baswedan tak unggul dalam survei tapi mereka unggul saat pemungutan suara.

"Boleh dicek deh survei LSI dibandingkan survei internal kami di pilkada, pilkada DKI terutama dan pilkada lain. Saya tidak mau membanding-bandingkan, tapi saya terima kasih sama LSI dan saya sepakat bahwa hoax itu harus kita perangi," ujar Sandiaga.

Sandi menerangkan sentimen positif masyarakat berkurang kepada dirinya dan Prabowo akibat kasus hoax Ratna. Sandi menyebut dirinya dan Prabowo berada dalam posisi korban yang dikecoh.



"Dan kami yang waktu Bu Ratna kejadian, kasus hoax di Ratna, ini memang kami di pihak yang dikecoh," ucap Sandiaga.

Dia lantas menyebut, akibat dikecoh Ratna, hasil analisis tim surveinya menunjukkan penilaian masyarakat terhadap dirinya dan Prabowo positif.

"Namun berdasarkan data analytic yang kami miliki, suatu simpati, bahwa Pak Prabowo-Sandi memiliki rasa iba, apalagi ini dilakukan kepada perempuan, kita harus memberikan perlindungan kepada perempuan," imbuh dia.

"Justru itu data yang kami miliki, yang di-support big data analytic itu menunjukkan bahwa simpatinya semakin tinggi dan kami belajar banyak dari kasus tersebut, dan sampai sekarang kami melangkah dan fokus kembali di bidang ekonomi," sambung dia.


(aud/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed